Monday, September 20, 2010

SALAH REFERENSI

Isa Alamsyah

Edited by: Am I

Menjelang musim dingin, seorang warga suku Indian tradisional bertanya pada kepala sukunya.
“Kepala suku, apakah musim dingin ini akan lebih dingin dari biasanya?"


Pertanyaan ini tentu saja wajar, karena biasanya kepala suku Indian di Amerika punya kekuatan luar biasa yang mampu meramal cuaca di masa depan.
Akan tetapi karena kepala suku yang satu ini lebih suka gaya hidup moden ia sudah tidak tahu lagi bagaimana meramal cuaca dengan cara-cara kuno lagi. Akan tetapi ia harus menjaga wibawa sebagai kepala suku Indian yang memang umumnya dikenal ahli dalam meramal cuaca.


Maka dengan semberono ia bilang pada warga untuk mengumpulkan kayu karena musim dingin kali ini akan lebih dingin.
Demikian, kalau tidak dingin, kayu tetap mampu digunakan bila-bila pun, fikirnya. Jauh lebih baik daripada kalau ternyata terlalu dingin tapi tidak ada kayu.
Maka berbondongbondonglah warga Indian mengumpulkan kayu.

Tapi untuk berjaga, sang kepala suku, diam-diam menelefon Jabatan Ramalan Cuaca, pura-pura sebagai warga biasa, dan bertanya, “Apa musim dingin kali ini akan sangat dingin?”
“Kelihatannya kali ini akan sangat dingin,” kata petugas di Jabatan Ramalan Cuaca tersebut.
Ternyata tekaannya tidak meleset, bahkan disahkan. Si kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu lebih banyak lagi untuk persiapan.


Setelah musim dingin tiba, ternyata cuaca biasa-biasa saja.
Sang kepala suku kembali diam-diam menelefon Jabatan Ramalan Cuaca setempat, dan bertanya, “Apa musim dingin kali ini akan sangat dingin?”


“Kelihatannya kali ini akan sangat dingin,” kata petugas di Jabatan Ramalan Cuaca tersebut.

Jawaban yang sama.
Kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan semua kayu dan ranting pohon yang mereka temukan lebih banyak lagi.


Seminggu, dua minggu berlalu tetap saja musim dingin berjalan tanpa hal yang luar biasa.
Setelah sebulan, cuaca masih tidak berubah, musim dingin berlalu biasa-biasa saja.
Si kepala suku menjadi resah. Dia menelefon kembali dan bertanya, “Apa Anda yakin bahwa musim dingin kali ini akan sangat dingin?”
“Pasti,” jawab orang di Jabatan Ramalan Cuaca tersebut. “Kelihatannya akan jadi musim dingin yang paling dingin yang pernah ada.”


“Kenapa anda begitu yakin?” Tanya kepala suku.
Petugas itu menjawab, “Karena saya melihat para warga suku Indian sedang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah yang gila-gilaan, mereka adalah pakarnya untuk meramal cuaca!”

Pengajaran:


Apa yang terjadi?
Kepala suku merujuk rekomen dari Jabatan Ramalan Cuaca yang ternyata rekomendasinya mengacu pada warganya sendiri yang bergerak karena perintah dirinya sendiri. Bingung?
Itu yang terjadi.


Tapi sering juga dalam kenyataan itu terjadi.
Kita jadi korban karena orang lain menjadikan diri kita sebagai rujukan.


Orang tua marah pada anaknya
"Kamu sudah berani bohong ya, Ibu jadi malu. Siapa yang ngajar kamu?"
"Kan Ibu yang selalu suruh aku beritahu ke tukang kredit kalau ibu tiada di rumah, padahal ibu ada?"


Karena itu berhati-hatilah bersikap jangan sampai kita menjadi referensi buruk yang justru akhirnya kita menjadi korbannya sendiri.


No comments: