Ada hujan renyai yang mengiringi saat aku melangkah kaki keluar dari rumah. Petang di desa ditemani hujan sentiasa tanpa pernah mungkir. Kadang ada guruh yang menghantar dentum di hati saat hujan berpanjangan ke malam pekat. Kadang ada kilat yang menjemput pohon tumbang dan aku makin menggigil dalam dakapan suasana.
Kami berjanji untuk ke dusun saat langit nampak makin mendung. Ini kali pertama aku menjejak kaki sesudah sepi daripadanya beberapa tahun. Musim buah sedang menjadi. Kata emak, pulanglah sekali lagi saat durian makin mesra menggugurkan buahnya dan saat teman-temannya dokong, duku dan langsat datang memeriahkan suasana.
Aku angguk patuh-akan pulang walau hanya cuti hujung minggu dan 12jam dihabiskan dalam kereta untuk perjalanan pergi dan balik. Semenjak ayah tiada aku berazam lebih kerap pulang ke rumah memikirkan emak yang keseorangan sepi menghitung hari tanpa anak-anak di sisi.
Memikirkan emak juga aku tidak melakukan kebiasaan yang sering dilakukan saat cuti-bemalam di rumah seorang teman karibku-seperti isi dengan kuku hubungan kami layaknya.
Teman yang seorang ini walau jauh manapun aku pergi tak pernah luput wajahnya daripada ingatan-aku ingin bersetia dalam bersahabat-terutama dengannya. Aneh bukan? Dia bukan teman yang aku jangka kekal denganku dan persahabatan kami begitu istimewa.
Rumahnya ialah rumah keduaku-dahulu saat aku mengalami konflik hidup yang amat menggugat emosi rumahnya ialah tempat ideal untuk aku menenangkan diri. Ibu bapanya ialah ibu bapaku dan adik beradiknya ialah saudaraku. Perempuan kalau berjumpa teman seakan berjumpa kekasih. Bertemu dengannya ialah ibarat berjumpa kekasih yang saban waktu dinantikan kehadirannya.
Teman, walau di manapun bumi kau pijak dan langit manapun aku junjung kasih kita ialah rangkaian bintang yang tak pernah mengeluh menjadi penyeri langit saban waktu.
Saat mahu melangkah pulang, masih terngiang-ngiang bicara emaknya singgah ke gegendang telingaku: ingatkan (nama panggilan bagiku) nak tidur sini. Aku hanya diam. Terharu. Ada sedih dalam nada suara itu. Nama panggilan bagiku hanya emaknya seorang yang memanggil aku begitu yang menjadikan dia begitu istimewa di mataku.
Dan ada kucupan curi yang menyinggah di wajahku saat aku bersalam dengannya, aduhai..terasa air mata seakan mahu merembas kala itu juga. Tuhan terima kasih atas mahabbah dan ukhuwah yang menyatukan hati-hati kami. Teringat jua bicaranya;kalau diizinkan Tuhan dia mahu akhiran hidupnya sama dengan suami. Bayangkan hidup berdua tanpa anak-anak (aku jadi tidak mahu tinggalkan tempat membesar saat mengingat bicara ini) dan jika suami meningggal maka kan sepi lah hidupnya. Tuhan, inikah penghujung hidup?
Ceritaku melencong sejenak. Saat kami tiba di dusun hujan makin melebat. Ada mega berarak mendung menyuburkan tanah dan ada angin menghantar durian gugur. Kami (aku, adik, abang dan emak) menunggu sejenak hingga hujan reda sebelum kami ke dusun. Saat hujan semakin beransur pergi kami mula melangkah kaki ke dusun.
Petang-petang begini air empangan dilepaskan sejenak. Ditambah dengan hujan pula tentunya arus sungai makin melaju. Jambatan masih dalam pembinaan setelah jambatan kayu yang sebelum ini digunakan mulai mereput dan tewas dengan kayu balak hanyut yang saban waktu menghentam. Rakit kayu silih berganti-ada yang rosak dan ada yang dirosakkan. Kali ini rakit diperbuat daripada 6 batang paip yang diikat dengan tali. Istilah kami feri ialah rakit yang diikat merentangi sungai, bukannya rakit biasa yang bebas di bawa arus.
Arus sangat laju dengan hujan yang masih bersisa. Aku memilih duduk di hujung rakit. Dan emak mengemudi rakit merentangi sungai.Macam-macam pesan emak tentang etika duduk atas rakit. Aku dan adik bergurau : macamlah kita tak pernah naik rakit sebelum ini..haha
Kemudian kami mesti berjalan hampir 15 minit melintasi dusun buah-buahan orang lain sebelum sampai di dusun kami yang penuh dengan pokok durian, dokong, duku, langsat dan juga rambutan. Satu-satunya pokok manggis yang ada sudah dipanah petir.
Dusun itu agak berserabut dengan semak samun yang belum sepenuhnya ditebas. Musim ini ialah permulaan, jadi tidak banyak durian yang kami dapat. Sambil-sambil itu ligat saja tanganku mengutip pucuk paku untuk dicelur-pucuk paku celur dan budu ialah gabungan yang bakal membuat aku menambah nasi hingga tiga kali. Wah!
Sempat juga bermesra dengan pacat. Hujan ialah booster terbaik mengajak pacat-pacat berlumba-lumba hinggap di badanku dan sempat pula melihat teknik penyamaran pacat untuk mencuri darah-darah kami. Pacat kecil aku memang tidak bermasalah, namun saat ibu dan bapa pacat menyerang aku memang cepat melompat, belum sanggup menjadi penderma darah kepada pacat.
Kami pulang sesudah waktu asar baru saja masuk.. kali ini giliran aku mengemudi rakit. Namun, setakat separuh jalan saja aku sudah mengangkat bendera putih. Tenagaku belum cukup kuat untuk melawan arus sambil memastikan keduudukan rakit tegak untuk mengelakkannya daripada terbalik.
Ini kisah aku anak kampung yang lahir di kampung dan membesar di kampung. Saat melanjutkan pelajaran di bandar aku sentiasa rindukan kesegaran udara kampung yang membelai jiwaku saban waktu. Benar-benar aku rindu.
3rd year as dental in medical class
by
SaFiy iSkandAr
/
Comments: (0)
Alhamdulillah, I’ve had managed to get through 2 tough preclinical years but I forget the 3 coming years are much tougher than those 2.huhu.
My 1st day of 3rd year (clinical year to begin) was on 6 July 2009 after almost a month a very exciting and enjoying holidays. I can do whatever I want to and forget all about academic life. How obsessed am I towards a life without study..haha
A book by my favorite blogger and author-Sis Zabrina entitled Ramadan special-25 inspirational stories from ordinary life experiences. It is very simple and understandable-a preparation towards coming of Ramadan on 22th August 2009.
Ok. Let me tell you my entire journey within this four early day in clinical year. My batch is called THE PIONEER because we’re the first batch of dental students in UIA (basically called International Islamic university Malaysia-IIUM) by foreigners. It is important to realize that the first batch is also experimental batch. Yes, a number of experiments were conducted on us such as the number of professional exam, silibus, holiday and doing CPR course at Terendak Camp.
In fact we, dental students have 5 pro exams compared to 2 pro exams of medical students. Should we have break after each end block exam or pro exam but we didn’t have. And we are the first dental students to attend the basic life support programme including CPR course at terendak Camp-the most challenging 6 days in my life.
Ok. In 3rd year, we join medic 3rd year, so it is compulsory for all of us to follow the schedule of medic and it is really stressful in 1st day to learn in same class as medical students because we are treated the same as medic. And many things we missed actually because the proportion subject that we learn is not the same.
For example, medic stresses on all part of the body where as dental stresses on head and neck and not pays much attention on other systems as the course don’t need that knowledge as much as medical students need. A bit confusion right to choose what to learn and what to stress on when we are in the same class as medical students.
Now we are in 3rd year, so we have elementary posting for 4 weeks together with medical students. Basically what is emphasised is on history taking. Most important in in develop rapport with a patient. It is applied in all medical and dental career.
Basically the classs starts at 830am and ended at 4pm. But afternoon class is more on ward round to see patient at HTAA.
Even though class starts at 830am, we are ready to go to class at 715am, afraid of no parking available. I go to JHC with my friend’s car afraid of the hectic traffic congestion and how the driver on Malaysia drive-very dangerous way if I use my motorcycle.
Last week we, group E2 didn’t have the chance yet to see patient yet-we already had 2 session –general examination and cardiovascular examination. Both were conducted in JHC by Dr Anis and DR Harrris.
In the examintion the most important thing is to follow step so that we won’t miss anything important during procedure. Then, must be gentle. What Dr Harris said was, many students tend to be nervous during examination thus don’t able to complete short case examintation (usually in 10 min) due to nervousness.
Dr said that is patient start to feel pain-they say ‘Aaa” then we are ‘out’-meaning that fail exam and should wait for another year examination. Wow..very chalengging!
My 1st day of 3rd year (clinical year to begin) was on 6 July 2009 after almost a month a very exciting and enjoying holidays. I can do whatever I want to and forget all about academic life. How obsessed am I towards a life without study..haha
A book by my favorite blogger and author-Sis Zabrina entitled Ramadan special-25 inspirational stories from ordinary life experiences. It is very simple and understandable-a preparation towards coming of Ramadan on 22th August 2009.
Ok. Let me tell you my entire journey within this four early day in clinical year. My batch is called THE PIONEER because we’re the first batch of dental students in UIA (basically called International Islamic university Malaysia-IIUM) by foreigners. It is important to realize that the first batch is also experimental batch. Yes, a number of experiments were conducted on us such as the number of professional exam, silibus, holiday and doing CPR course at Terendak Camp.
In fact we, dental students have 5 pro exams compared to 2 pro exams of medical students. Should we have break after each end block exam or pro exam but we didn’t have. And we are the first dental students to attend the basic life support programme including CPR course at terendak Camp-the most challenging 6 days in my life.
Ok. In 3rd year, we join medic 3rd year, so it is compulsory for all of us to follow the schedule of medic and it is really stressful in 1st day to learn in same class as medical students because we are treated the same as medic. And many things we missed actually because the proportion subject that we learn is not the same.
For example, medic stresses on all part of the body where as dental stresses on head and neck and not pays much attention on other systems as the course don’t need that knowledge as much as medical students need. A bit confusion right to choose what to learn and what to stress on when we are in the same class as medical students.
Now we are in 3rd year, so we have elementary posting for 4 weeks together with medical students. Basically what is emphasised is on history taking. Most important in in develop rapport with a patient. It is applied in all medical and dental career.
Basically the classs starts at 830am and ended at 4pm. But afternoon class is more on ward round to see patient at HTAA.
Even though class starts at 830am, we are ready to go to class at 715am, afraid of no parking available. I go to JHC with my friend’s car afraid of the hectic traffic congestion and how the driver on Malaysia drive-very dangerous way if I use my motorcycle.
Last week we, group E2 didn’t have the chance yet to see patient yet-we already had 2 session –general examination and cardiovascular examination. Both were conducted in JHC by Dr Anis and DR Harrris.
In the examintion the most important thing is to follow step so that we won’t miss anything important during procedure. Then, must be gentle. What Dr Harris said was, many students tend to be nervous during examination thus don’t able to complete short case examintation (usually in 10 min) due to nervousness.
Dr said that is patient start to feel pain-they say ‘Aaa” then we are ‘out’-meaning that fail exam and should wait for another year examination. Wow..very chalengging!
JALAN-JALAN
by
SaFiy iSkandAr
on Wednesday, June 24, 2009
/
Comments: (0)

18, 19 dan 20 Jun 2009 aku sertai program kat satu sekolah Arab dekat rumah. Perlu diketahui di Kelantan ada sekolah agama dan arab. Sekolah arab ni biasanya SAR macam sekolah aku tingkatan 1 sampai 3. Tingkatan 4 dan 5 aku sekolah Ma’had KB-yang ni sekolah agama kerajaan negeri.
Apa yang unik tentang sekolah arab ialah ada peralihan (safful awwal). Jadi umur sesiapa yang belajar di sini akan contohnya 16 untuk tingkatan 3. Tapi masa pertengahan tahun peralihan ada UKSA (ujian kelayakan safful awwal ). Sesiapa yang dapat 80% ke atas layak melangkau kelas (ala-ala PTS gitu). Tapi peralihan ini baru saja dimansuhkan, jadi tiada jurang umur la antara pelajar sekolah arab dan sekolah biasa. Dipanggil sekolah arab sebab kami diwajibkan belajar subjek dalam bahasa arab contohnya Tafsir,al –Quran, Tauhid, Sirah,Feqah, Imla’ dan Khat,Balaghah, Nahu Soraf (subjek kegemaran aku ni)Hadith, Muthalaah dan aku lupe apa subjek lagi.
Pasal al-Quran sikit. Tingkatan dua kami diwajibkan hafal surah al-Munafiqun dan al-Dahr. Tingkatan empat pula al-Mulk dan Ya’sin.
Yang istimewanya tiap tahun kami akan ada ujian besar. Jadi tiada honeymoon year. Tingkatan dua ada PMRU dan tingkatan 4 ada SMU. Dengan SMU anda tidak wajib ambil sijil nikah tapi aku dengar khabar SMU macam tak laku dan sekarang ni, kena ambil juga sijil nikah. Entahlah.
Sekolah agama pula macam sekolah falahiah untuk lelaki dan Naim Lil-Banat untuk perempuan.
Aku paling suka join program sekolah agam/arab sebab ada nuansa Islam kat situ. Kita boleh tengok nakal macam mana pun seseorang itu, namun jika ada asas agama yang kukuh dalam diri, nakal itu masih punya batasan dan masih terkawal. Aku join program ni bukan nak jadi faci sangat, tapi lebih kepada mencari bekalan rohani untuk diri sendiri. Duduk di rumah tanpa tazkirah akan melalaikan, lebih baik join program ni untuk Islah diri.
Yang aku tertarik ialah ucapan ustaz berhubung kes pembunuhan Muslim yang sedang solat di masjid di selatan Thailand. Mereka, walaupun diancam bunuh di Masjid tetap istiqamah ke masjid. Di malaysia tiada ancaman bunuh, namun masjid lengang treutama waktu subuh. Katanya yahudi dan Nasrani tidak memerlukan Muslim menukar agama, setakat mengikuti gaya hidup mereka.
Apa bezanya Muslim dan mereka saat mereka tidak solat, Muslim ramai yang lupa tentang solat bahkan ada yang mengangap solat itu perkara kecil berbanding mencipta Guiness World of record. Barangkali mereka lupa solat itu tiang agama, tiada solat Rukun Islam telah goyah.
Lagipun dekat program aku boleh jumpa teman-teman lama satu sekolah dulu. Aku memang suka jumpa kawan lama, terubat rindu..hehe.
Skrin komputerku bermasalah. Atas alasan itu aku sampai ke KL. Habis duit yang abang aku bagi aku guna untuk beli tiket: Jeli-Kl: RM43.10 X 2=RM86.20 Ni termasuk Surcaj 30%. Kalau abang aku tak bagi menggagau juga aku nak cari duit. Menguji kesabaran betul.
Dari Jeli jam 830pm, aku tak tahu kenapa gag reflex aku makin hari makin kuat, takkanlah aku menghadapi symptom VAND-vomit, anorexic,nausea and diarrhoea. Vomit-almost. Anorexic-memang selera makan aku mendadak hilang. Kalau dulu balik rumah aku memang pulun habis, tapi sekarang aku macam terpaksa je makan. Nausea-ada juga tu, tapi tak ada la kuat sangat dan diarrhoea-tak ada lagi. Susah juga nak diagnose ek.
Naik bas dan aku paksa diri tidur. Dalam keadaan yang pengap dan hapak kusyen , aku macam orang gian pula terpaksa cium tuala kecil aku yang berbau soflan untuk mengelakkan kepala jadi pening. Dah la seorang, kalau dibuatkan aku muntah mahu aku terjelepok tertidur dalam bas sampai Kajang.
Masa bas singgah berhenti makan, aku paksa diri turun untuk mencari udara segar. Untuk mengelakkan muntah, aku cuba mencari makanan dan memang aku takde selera nak makan sangat tapi aku paksa diri. Terkejut juga tengok harga makanan-burger RM2.70..melampau betul. Yong tau fu yang biasanya RM 1 jadi RM1.40-cekik darah betul tapi kata seorang kawan itu standard harga dekat hentian bas..hmm..macam kaya je bunyi.
Pukul 3am, aku lena diulit mimpi ngeri saat bas tiba-tibe berhenti. Dalam mamai yang berbaki aku mendengar suara pemandu bas: bas rosak, belon pecah. 8 orang cepat naik bas depan. Dalam mamai, aku mencapai beg dan terus menonong ke bas depan. Aduhai..aku ni memang parah kalau lalok tidur.
Sampai di Hentian Putra jam 5am dan aku terus saja duduk di kerusi dan tidur sambil duduk. Tak ku hiraukan orang sekeliling. Jam 6am, aku menyapa jiran sebelah tempat dudukku. Dia juga hendak menaiki komuter. Kutinggalkan dia dan terus ke surau untuk solat. Usai solat, aku bersandar di dinding sementara menunggu jam 7am untuk menaiki komuter. Buka mata, jiran sebelah tadi ada di sebelahku. Eh.ke stesyen komuter sama-sama la nampaknya.
Naik komuter turun di KL sentral (rm1) dan tukar LRT turun di Terminal Putra (rm2.40)-stesyen paling hujung. Dan naik T231 ke Gombak.
Setelah berehat dan makan aku bergegas pula untuk ke Low yatt, menyerahkan laptopku untuk diperbaik. Dari terminal putra ke dang wangi guna LRT (rm2.30) dan tukar naik monorel di bukit nenas turun di Imbi (1.60). Ini lebih menjimatkan berbanding turun LRT di KL sentral (rm2.40) dan naik monorel di KL sentral ke Imbi (rm2.60).
Sebelum ke low yatt, aku telefon Rock untuk bertanya perihal laptop. Dia mencadangkan agar aku terus ke Plaza Imbi dan cari ASUS centre. Sebaik sampai, center tu tutup. Telefon Rock: hari ni Ahad la Kak Long, memang tutup. Aduhai…nasib baik dia aku minta tolong dia hantar kat center tu hari Isnin.
Hmm..paling awal pun seminggu siap, nampaknya aku terpaksa datang lagi la KL ni ambil laptop tu.
Lepas tu aku tanya kat kawan dia perihal nak delete completely AVG sebab nak install kaspersky. Senang je caranya, tak perlu susah-susah bawak laptop tu ke kedai sebenarnya.
Selasa, Kct ajak aku keluar. Sanggup dia ambil cuti sebab nak jumpa aku. Sayang Kct! Aku pun memang nak keluar pergi Pustaka Mu’min, cari buku yang dapat diskaun 20% dan cari tudung untuk raya. Kat sini tudung cantik dan murah berbanding Kuantan. Jumpa buku terbaru Life is an open secret: Ramadan special (25 inspirational stories from ordinary life experiences)
Dalam jam 230pm sampai kat masjid Jamek dan balik jam 6pm. Kesian Kct, tunggu bas hampir sejam. Dalam perjalanan balik aku tanya Kct, kek nak bagi birthday anak saudara ke. Dia just emm..je . Rupanya dia buat kek tu untuk aku. Wah! Terharunya. Sedap kek itu. Hehe…
Apa yang unik tentang sekolah arab ialah ada peralihan (safful awwal). Jadi umur sesiapa yang belajar di sini akan contohnya 16 untuk tingkatan 3. Tapi masa pertengahan tahun peralihan ada UKSA (ujian kelayakan safful awwal ). Sesiapa yang dapat 80% ke atas layak melangkau kelas (ala-ala PTS gitu). Tapi peralihan ini baru saja dimansuhkan, jadi tiada jurang umur la antara pelajar sekolah arab dan sekolah biasa. Dipanggil sekolah arab sebab kami diwajibkan belajar subjek dalam bahasa arab contohnya Tafsir,al –Quran, Tauhid, Sirah,Feqah, Imla’ dan Khat,Balaghah, Nahu Soraf (subjek kegemaran aku ni)Hadith, Muthalaah dan aku lupe apa subjek lagi.
Pasal al-Quran sikit. Tingkatan dua kami diwajibkan hafal surah al-Munafiqun dan al-Dahr. Tingkatan empat pula al-Mulk dan Ya’sin.
Yang istimewanya tiap tahun kami akan ada ujian besar. Jadi tiada honeymoon year. Tingkatan dua ada PMRU dan tingkatan 4 ada SMU. Dengan SMU anda tidak wajib ambil sijil nikah tapi aku dengar khabar SMU macam tak laku dan sekarang ni, kena ambil juga sijil nikah. Entahlah.
Sekolah agama pula macam sekolah falahiah untuk lelaki dan Naim Lil-Banat untuk perempuan.
Aku paling suka join program sekolah agam/arab sebab ada nuansa Islam kat situ. Kita boleh tengok nakal macam mana pun seseorang itu, namun jika ada asas agama yang kukuh dalam diri, nakal itu masih punya batasan dan masih terkawal. Aku join program ni bukan nak jadi faci sangat, tapi lebih kepada mencari bekalan rohani untuk diri sendiri. Duduk di rumah tanpa tazkirah akan melalaikan, lebih baik join program ni untuk Islah diri.
Yang aku tertarik ialah ucapan ustaz berhubung kes pembunuhan Muslim yang sedang solat di masjid di selatan Thailand. Mereka, walaupun diancam bunuh di Masjid tetap istiqamah ke masjid. Di malaysia tiada ancaman bunuh, namun masjid lengang treutama waktu subuh. Katanya yahudi dan Nasrani tidak memerlukan Muslim menukar agama, setakat mengikuti gaya hidup mereka.
Apa bezanya Muslim dan mereka saat mereka tidak solat, Muslim ramai yang lupa tentang solat bahkan ada yang mengangap solat itu perkara kecil berbanding mencipta Guiness World of record. Barangkali mereka lupa solat itu tiang agama, tiada solat Rukun Islam telah goyah.
Lagipun dekat program aku boleh jumpa teman-teman lama satu sekolah dulu. Aku memang suka jumpa kawan lama, terubat rindu..hehe.
Skrin komputerku bermasalah. Atas alasan itu aku sampai ke KL. Habis duit yang abang aku bagi aku guna untuk beli tiket: Jeli-Kl: RM43.10 X 2=RM86.20 Ni termasuk Surcaj 30%. Kalau abang aku tak bagi menggagau juga aku nak cari duit. Menguji kesabaran betul.
Dari Jeli jam 830pm, aku tak tahu kenapa gag reflex aku makin hari makin kuat, takkanlah aku menghadapi symptom VAND-vomit, anorexic,nausea and diarrhoea. Vomit-almost. Anorexic-memang selera makan aku mendadak hilang. Kalau dulu balik rumah aku memang pulun habis, tapi sekarang aku macam terpaksa je makan. Nausea-ada juga tu, tapi tak ada la kuat sangat dan diarrhoea-tak ada lagi. Susah juga nak diagnose ek.
Naik bas dan aku paksa diri tidur. Dalam keadaan yang pengap dan hapak kusyen , aku macam orang gian pula terpaksa cium tuala kecil aku yang berbau soflan untuk mengelakkan kepala jadi pening. Dah la seorang, kalau dibuatkan aku muntah mahu aku terjelepok tertidur dalam bas sampai Kajang.
Masa bas singgah berhenti makan, aku paksa diri turun untuk mencari udara segar. Untuk mengelakkan muntah, aku cuba mencari makanan dan memang aku takde selera nak makan sangat tapi aku paksa diri. Terkejut juga tengok harga makanan-burger RM2.70..melampau betul. Yong tau fu yang biasanya RM 1 jadi RM1.40-cekik darah betul tapi kata seorang kawan itu standard harga dekat hentian bas..hmm..macam kaya je bunyi.
Pukul 3am, aku lena diulit mimpi ngeri saat bas tiba-tibe berhenti. Dalam mamai yang berbaki aku mendengar suara pemandu bas: bas rosak, belon pecah. 8 orang cepat naik bas depan. Dalam mamai, aku mencapai beg dan terus menonong ke bas depan. Aduhai..aku ni memang parah kalau lalok tidur.
Sampai di Hentian Putra jam 5am dan aku terus saja duduk di kerusi dan tidur sambil duduk. Tak ku hiraukan orang sekeliling. Jam 6am, aku menyapa jiran sebelah tempat dudukku. Dia juga hendak menaiki komuter. Kutinggalkan dia dan terus ke surau untuk solat. Usai solat, aku bersandar di dinding sementara menunggu jam 7am untuk menaiki komuter. Buka mata, jiran sebelah tadi ada di sebelahku. Eh.ke stesyen komuter sama-sama la nampaknya.
Naik komuter turun di KL sentral (rm1) dan tukar LRT turun di Terminal Putra (rm2.40)-stesyen paling hujung. Dan naik T231 ke Gombak.
Setelah berehat dan makan aku bergegas pula untuk ke Low yatt, menyerahkan laptopku untuk diperbaik. Dari terminal putra ke dang wangi guna LRT (rm2.30) dan tukar naik monorel di bukit nenas turun di Imbi (1.60). Ini lebih menjimatkan berbanding turun LRT di KL sentral (rm2.40) dan naik monorel di KL sentral ke Imbi (rm2.60).
Sebelum ke low yatt, aku telefon Rock untuk bertanya perihal laptop. Dia mencadangkan agar aku terus ke Plaza Imbi dan cari ASUS centre. Sebaik sampai, center tu tutup. Telefon Rock: hari ni Ahad la Kak Long, memang tutup. Aduhai…nasib baik dia aku minta tolong dia hantar kat center tu hari Isnin.
Hmm..paling awal pun seminggu siap, nampaknya aku terpaksa datang lagi la KL ni ambil laptop tu.
Lepas tu aku tanya kat kawan dia perihal nak delete completely AVG sebab nak install kaspersky. Senang je caranya, tak perlu susah-susah bawak laptop tu ke kedai sebenarnya.
Selasa, Kct ajak aku keluar. Sanggup dia ambil cuti sebab nak jumpa aku. Sayang Kct! Aku pun memang nak keluar pergi Pustaka Mu’min, cari buku yang dapat diskaun 20% dan cari tudung untuk raya. Kat sini tudung cantik dan murah berbanding Kuantan. Jumpa buku terbaru Life is an open secret: Ramadan special (25 inspirational stories from ordinary life experiences)
Dalam jam 230pm sampai kat masjid Jamek dan balik jam 6pm. Kesian Kct, tunggu bas hampir sejam. Dalam perjalanan balik aku tanya Kct, kek nak bagi birthday anak saudara ke. Dia just emm..je . Rupanya dia buat kek tu untuk aku. Wah! Terharunya. Sedap kek itu. Hehe…
CUTI-CUTI MALAYSIA
by
SaFiy iSkandAr
on Monday, June 15, 2009
/
Comments: (2)
Saya memang gila dengan cuti
Dapat cuti je satu Malaysia kalau boleh nak pusing
Cuti kali ni, saya gunakan sepenuhnya khidmat abang saya sebagai drebar peribadi haha
Pertama-tamanya kami sekeluarga menziarahi sanak saudara
Dah beberapa kali ke Rantau Panjang-sepupu ma meninggal
Kemudian ke Kota Bharu-Penambang, menziarahi ibu saudara
Gembira sungguh mereka bila tengok anak saudara datang jenguk, maklumlah anak sendiri sibuk bukan main
Kemudian ke Kemubu, menziarahi sepupu
Rumahnya nun sayup dalam hutan
Pulang ke rumah setelah bermalam semalaman, bonet kereta penuh diisi dengan pisang, buah star dan macam2
Saya SUKA CUTI..haha
Terutama untuk mengqada' tidur, tiada siapa berani ganggu..bahagia
banyak juga program keluarga saya kali ini
Pengalaman baru-tolong emak buat persiapan abang bertunang-pertama kali
Kemudian pergi rumah kawan satu sekolah kahwin..semoga berbahagia, teman
lagi..tengah beratur program sampai saya tak sempat merayap rumah kawan..hehe:)
Dapat cuti je satu Malaysia kalau boleh nak pusing
Cuti kali ni, saya gunakan sepenuhnya khidmat abang saya sebagai drebar peribadi haha
Pertama-tamanya kami sekeluarga menziarahi sanak saudara
Dah beberapa kali ke Rantau Panjang-sepupu ma meninggal
Kemudian ke Kota Bharu-Penambang, menziarahi ibu saudara
Gembira sungguh mereka bila tengok anak saudara datang jenguk, maklumlah anak sendiri sibuk bukan main
Kemudian ke Kemubu, menziarahi sepupu
Rumahnya nun sayup dalam hutan
Pulang ke rumah setelah bermalam semalaman, bonet kereta penuh diisi dengan pisang, buah star dan macam2
Saya SUKA CUTI..haha
Terutama untuk mengqada' tidur, tiada siapa berani ganggu..bahagia
banyak juga program keluarga saya kali ini
Pengalaman baru-tolong emak buat persiapan abang bertunang-pertama kali
Kemudian pergi rumah kawan satu sekolah kahwin..semoga berbahagia, teman
lagi..tengah beratur program sampai saya tak sempat merayap rumah kawan..hehe:)
BICARA BUAT RATU NUBARI
by
SaFiy iSkandAr
/
Comments: (0)
.jpg)


Tersiar dalam Berita Harian hari ini. hadiah buat Ibu yang pastinya tidak membaca akhbar hari ini..hehe
See here





















