Monday, September 20, 2010

TAMU YANG TAK TAHU DIRI

Isa Alamsyah
Edisi Bahasa Melayu: Seorang Aku

Ada seorang tamu yang datang ke sebuah rumah.
Ia diberi izin untuk menginap di rumah tersebut.

Ketika jadual makan sang tamu meminta makanan apa yang ingin dimasaknya.
Sang tamu bahkan menghabiskan makanan sebelum pemilik rumah dan anak-anaknya makan.
Sang tamu bahkan memutuskan di mana ia tidur dan menentukan sang pemilik rumah tidur di mana.


Ia membuat peraturan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan sang pemilik rumah.
Seandainya mempunyai tamu seperti itu apa yang Anda lakukan?

Saya akan mengusirnya!
Saya akan menendangnya keluar!
Saya akan panggil polisi untuk menyeretnya keluar!
Mungkin itu jawaban Anda.
Betul?

Tapi, sedarkah kita bahawa KITA mungkin adalah TAMU tersebut.
Kita hidup di dunia meminjam fasiliti Allah Sang Pencipta.

Ia meminjamkan kita bumi dan langit, jiwa dan raga.
Dia juga memberi tahu kita apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh, agar kita selamat.


Tapi kita sebagai tamu membuat aturan sendiri.
Memutuskan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Untung saja Sang Pencipta Maha sabar sehingga kita diberi waktu untuk mengubah diri.

Kita tidak serta merta diusir dari dunia.
Sementara  ada kesempatan, kenapa kita tidak berubah.



Kita adalah tetamu senja ( sabda baginda Rasul saw, mafhumnya: dunia ibarat wanita tua yang bertongkat) datang ke transit dunia dengan tangan kosong dan pulang ke dunia akhir membawa hanya dosa dan pahala.

No comments: