
Seorang aku ,wajahnya beku
Matanya layu,hatinya lesu
Seorang aku,wajarkah begitu
Masih sedingin salju,tatkala
Yang lain sudah sehangat mentari
Seorang aku
Disaluti oleh debu-debu resah
Tumpuannya hilang jadi tidak menentu
Terpinga-pinga hingga jadi tak keruan
Seorang aku,fikirannya menerawang entah ke mana
Hanya jemari lincah menari
Kanvas putih jadi tercemar
Seorang aku,pada saat yang tak tertentu
Duduk sendiri menghasilkan abstrak diri
No comments:
Post a Comment