Friday, October 2, 2009

LUHUR SEBENING KASIHMU INSAN

SALAM SEJAHTERA

Oleh : SAMUDERA

Tiada secantik bahasamu

Kugubah lalu menjadi lagu

Tidak setanding paras wajahmu

Itu menjadi rindu

Andainya bulan retak seribu

Bayangmu ada di mana-mana

Jika kaca berderai

Luka tertusuk seluruh jiwa

Kita pun diibaratkan kasih suci yang bahagia

Aku turut merasakan mahligai

Yang jadi nyata bersamamu

Pertama dan kaulah selamanya

Riwayat yang menghikayat cinta

Kasih jangan biarkan

Kata yang nista membakar kita

Kata janji bukan ukuran

Hanya sejati dalam diri

Kuburkan aku di hatimu

Demi cinta sebelum mati

Sejauh manapun berpisah

Kau dihatiku dan ku sama

Dalam tidur dalam terjaga

Kuucapkan salam sejahtera

Andainya bulan retak seribu

Bayangmu ada di mana-mana

Jika kaca berderai

Luka tertusuk seluruh jiwa

Kita pun diibaratkan kasih suci yang bahagia

Aku turut merasakan mahligai

Yang jadi nyata bersamamu

Kata janji bukan ukuran

Hanya sejati dalam diri

Kuburkan aku di hatimu

Demi cinta sebelum mati

Sejauh manapun berpisah

Kau dihatiku dan ku sama

Dalam tidur dalam terjaga

Kuucapkan salam sejahtera

SEPASANG KURUNG BIRU

Oleh : KHAIRIL JOHARI

Tiada salam atau ucapan

Tiada pesan tanda ingatan

Suasana penuh keriangan

Kuteringat pada seseorang

Oh..

Di hari yang berbahagia ini

Hatiku kosong dan sepi sekali

Betapa manis kenangan lalu

Menyambut raya bersama denganmu

Oh..

Tiada bisikan lembut yang kudengar

Hanya suara azan sayup bergema

Masih kurasakan hangat tanganmu

Di pagi raya bersalam denganku

Tetamu datang tetamu pergi

Namun tak tiba orang ku nanti

Hanya sepasang kurung nan biru

Menjadi teman mengubat rinduku

Tiada bisikan lembut yang kudengar

Hanya suara azan sayu bergema

Masih kurasakan hangat tanganmu

Di pagi raya bersalam denganku

LUHUR

Oleh : KAMIKAZE

Ku singkap kembali

Detik akhir bersama

Linangan air mataku menitis

Dalam pelukan dakapan yang terakhir

Mengalir darah membasahi bumi

Pergi yang tak kembali

Untuk selamanya

Segar indah

Namamu di hatiku

Perjuanganmu bagai lilin membakar

Bersinar menerangi kegelapan

Rela berkorban

Meredah onak berduri

Jasa baktimu sejernih air di kali

Bersemadilah engkau

Aman di pusara

Sinar cahaya murni keramatmu

Berjihad biar menitis

Oh..darah terakhir

Menjadi lambing cinta yang terluhur

Sayu dan pilu

Bermain di jiwaku

Hilangmu kini tiada pengganti

Hanya namamu tersemat di kalbuku

Menjadi satu kenangan abadi

Sayu dan pilu

Bermain di jiwaku

Hilangmu kini tiada pengganti

Hanya namamu tersemat di kalbuku

Menjadi satu kenangan abadi

Menjadi satu kenangan

Yang abadi



Thursday, September 17, 2009

ESQ 165


ESQ sinonim dengan tangisan dan aku hadir ke training ESQ angkatan 1 UIA Kuantan tanpa air mata. Semuanya gara-gara azam untuk tidak menjadi terlalu lemah dengan menghadapi masalah dengan tangisan. Tapi aku terlupa ada tangisan spiritual kerana takut dan cintakan Penguasa Alam yang kesannya mampu memadamkan api neraka saat tiba di dunia akhir.

Untuk recharge balik nilai-nilai yang cuba diterapkan ESQ, aku meluangkan masa hujung minggu dan melupakan seketika bebanan belajar yang masih memberat di pundak.dalam dilemma antara mahu pergi atau tidak aku menguatkan tekad dan mengikhlaskan hati : aku ingin mencari semangat yang kian pudar dan rasa yang kian lemah.

Kami bertolak jam 615pm dari Kuantan dan tiba hampir jam 1130pm di UIA Gombak. Kami akan bermalam di masjid UIA. Subhanallah! Aku serasa bagai mahu menitiskan air mata melihat makmurnya masjid UIA dengan ramainya insan yang qiam dan tidur di masjid. Amat mengharukan ialah kaum perempuan yang membawa sama anak-anak kecil demi mengejar lailatul Qadr yang hadir cuma setahun sekali. Masya Allah!

Aku amat-amat mengharapkan pemandangan yang sama di masjid UIA Kuantan yang masih dalam pembinaan. Betapa mereka amat percaya janji Allah dan bersungguh-sungguh memburu malam yang pahalanya menyamai 1000 bulan itu. Subhanallah!

Masih dengan trainer mahasiswa seperti yang diadakan di Kuantan, Pak Firdaus Djamaris, ESQ kali ini benar-benar mampu menyebabkan aku mengalirkan air mata dari hati yang terdalam. Betapa Maha Besarnya kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya. Aku sedar betapa banyaknya masalah yang melingkari hidupku dan betapa tidak bersyukurnya aku dengan jalan hidup dan nikmat Islam yang tidak semua orang mendapat hidayah!

Saat Rasulullah saw ketika menghembuskan nafas terakhir, apa yang bermain di mulutnya ialah : UMMATI! UMMATI! Dan aku jarang sekali menunjukkan kecintaan kepada baginda dengan mengikuti sunnahnya. Betapa egonya seorang aku. Tambahan lagi saat Nabi saw ketika menyebut tentang betapa baginda saw merindui umatnya yang akan datang <1400> betapa Rasul amat kasihkan kita dan apakah balasan kita terhadap kecintaaan Baginda? Maha suci Allah yang menjadikan Islam sebagai ad-deen yang benar-Islam is the way of life.


Training ESQ mahasiswa KL angkatan 9 dihadiri oleh kebanyakan alumni UTP dan UIA Kuantan. Ia diadakan selama 2 hari di Flaminggo by the lake, Ampang.

Banyak kisah yang diperikan dalam training basic ini, antaranya:

1. Gurauan Rasul saw yang benar iaitu

a. Rasul : Nenek, di akhirat nanti tiada nenek dalam syurga

Nenek : Ya Rasulullah saw, aku jua ingin ke syurga (sambil menangis)

Rasul : Dalam syurga nanti tiada orang tua kerana nenek akan muda kembali

Nenek :

b. Saat Rasul saw makan kurma bersama Ali r.a. ketika Rasul saw asyik berbual dengan para sahabat yang lain, Ali senyap-senyap meletakkan biji kurma yang dimakannya di hadapan baginda saw.

Ali : Ya Rasulullah. Banyak benar kau makan kurma?

Rasul saw terkejut melihat bekasnya dipenuhi biji kurma. Melihat ke sisi, Rasul melihat bekas kurma Ali yang kosong. Sambil senyum

Rasul : Ya Ali, aku makan kurma tinggal bijinya, engkau?

Makan dengan bijinya sekali ye? J

2. Kesombongan manusia yang mencabar kuasa Tuhan akhirnya dibinasakan. Kisah pembuat unsinkable boat-TITANIC. Kata pembuatnya : Tuhan pun tak mampu menenggelamkan kapalnya, apatah lagi samudera. Takdir Allah, bucu kapal itu melanggar iceberg dan ribuan nyawa terkorban-ditambah pula dengan bot keselamatan yang disediakan dalam jumlah yang sangat sedikit kerana yakinnya pembuat kapal itu tentang UNSINKABLE teorinya

Friday, September 4, 2009

RAMADHAN, AKU HIRUP HARUMNYA KEBERKATANMU

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:

"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, Iaitu:

1. bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi,
2. para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka,
3. Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),'Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu

4. Pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya,
5. dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam.

"Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.' " (HR. Ahmad)'

KEUTAMAAN PUASA

1. Dalil :

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah uadhiallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda:
"Setiap amal yang dilakukan anak adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai 700 kali lipat.
Allah Ta'ala berfirman, 'Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung memba[asnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.' Orangyang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi."

2. Bagaimana ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah?
Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini -yang selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal, seperti: dusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya.

Untuk itu, Nabi bersabda : "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum." (HR. Al-Bukhari) .
Inti pernyataan ini, bahwa tidak sempurna ber-taqawub kepada Allah Ta'ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram.

Dengan demikian, orang yang melakukan hal-hal yang haram kemudian ber-taqarrub kepada Allah dengan meninggalkan hal-hal yang mubah, ibaratnya orang yang meninggalkan hal-hal yang wajib dan ber-taqarrub dengan hal-hal yang sunat.
Jika seseorang dengan makan dan minum berniat agar kuat badannya dalam shalat malam dan puasa maka ia mendapat pahala karenanya. Juga jika dengan tidurnya pada malam dan siang hari berniat agar kuat beramal (bekerja) maka tidurnya itu merupakan ibadah.

Jadi orang yang berpuasa senantiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya.Dikabulkan do'anya ketika berpuasa dan berbuka. Pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar, sedang pada malam harinya ia adalah orang yang memberi makan dan bersyukur.

3. Syarat mendapat pahala puasa :
Di antara syaratnya, agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do'anya.

Orang berpuasa yang berjihad :
Perlu diketahui bahwa orang mukmin pada bulan Ramadhan melakukan dua jihad, yaitu :
1. Jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa.
2. Jihad pada malam hari dengan shalat malam.

Barangsiapa yang memadukan kedua jihad ini, memenuhi segala hak-haknya dan bersabar terhadapnya, niscaya diberikan kepadanya pahala yang tak terhitung. Lihat Lathaa'iful Ma 'arif, oleh Ibnu Rajab, him. 163,165 dan 183.

BEWARE OF ...

Suatu hari seorang profesor menulis ayat

"Woman without her man is nothing" ...di papan putih dan menyuruh pelajar-pelajarnya meletakkan tanda bacaan untuk memberikan penekanan dan intonasi yang lebih meyakinkan.

Seorang pelajar lelaki tampil dan setelah merenung-renung ayat itu dia telah meletakkan tanda-tanda bacaan yang tertentu hingga ayat itu dibaca seperti berikut:

"Woman, without her man, is nothing"

Usaha pelajar lelaki ini mendapat sorakan semua pelajarlelaki. Dengan bangganya pelajar ini duduk dan di tempatnya dan sorakan berterusan.

Kemudian tampil seorang pelajar perempuan. Dia mengerling kepada semua yang hadir di dalam dewan. Kemudian, dengan penuh yakin dia meletakkan tanda-tanda bacaan yang berbeza hingga ayat itu dibaca seperti berikut:

"Woman! Without her, man is nothing"

Seluruh dewan menjadi sunyi sepi. Masing-masing tergamam. Akhirnya semua mata tertumpu kepada profesor."Well", kata profesor itu."You can be what you want to be." Lalu keluar meninggalkan dewan.

Apa yang boleh kita pelajari daripada kisah ini?

Banyak, tetapi kata-kata profesor itu yang menyentak. You can be what you want to be Maknanya daripada perkataan yang sama, kita boleh menjadi lemah atau sebaliknya. Pilihan pada diri kita. Kalau 'woman without her man is nothing' dibaca dengan nada yang selamba tanpa intonasi tertentu hasilnya berbentuk negatif bagi wanita. Tetapi apabila dibaca sebagai "Woman! Without her, man is nothing". Ia begitu memotivasi dan amat bernilai sekali.

Petikan buku Dr HM Tuah Iskandar al-Haj, "Membina Hati Bahagia", (111-112)

Jadi, berhati-hatilah dengan tanda baca kerana anda bakal merubah meksudnya hanya dengan meletakkannya di tempat yang salah.

Monday, August 24, 2009

RAMADAN HADIR LAGI

Ramadan mengumpul redha
Membekal maghfirah dan rahmat
Rumah kepada 1001 ketenangan
Wujud pada satu malamnya
Ganjaran lebih bernilai dari 1000 bulan
Bahagialah yang bertuah mendapatkannya
Ramadan sebulan
Syaitan-syaitan terpenjara dibelenggu
Pintu-pintu neraka rapat tertutup

Lantas
Pintu-pintu syurga luas terbuka
Bahagialah mereka yang berusaha mendapatkannya
Kini,
Ramadan hadir lagi
Membuka seluas-luas peluang
Mencuci dosa dan karat hati
Membersihkannya dengan seikhlas dan sesuci puasa
Memeliharanya dari segala noda dan dosa
Menambahbaiknya pada terawih dan sahur

Ramadan hadir
Sebulan hanya dalam setahun
Selamat bertamu Ramadan
Akan aku usahakan yang terbaik
Kerana mungkin
Aku tidak lagi berpeluang menjamah rahmat
Kehadiranmu masa-masa akan datang

TAUBAT, PINTUNYA MASIH TERBUKA

AKU fokus. Sungguh-sungguh fokus. Bicara ini bukan acapkali boleh didengar dan suaranya pula tidak mungkin ada ulangan.

“Sya,aku tak tahu pada siapa lagi harus aku ceritakan masalah ini. Aku bimbang kepercayaan keluarga terhadapku luntur andai cerita ini sampai ke pengetahuan mereka.”

Aku diam. Hanya menelinga sambil mencari-cari ayat yang sesuai untuk membalas.

“Kau kan tahu ,pelajaranku hanya setakat Darjah 5. Belum sempat menduduki UPSR,dunia persekolahan sudah aku tinggalkan.”

Aku angguk. Seolah-olah dia ada di hadapanku. Aku benar-benar maklum tentang hakikat itu. Kemiskinan adalah musuh aula dan penghalang utama menggapai cita-cita. Dia meninggalkan alam persekolahan,duduk di rumah menjaga adik yang masih kecil tika ibunya keluar mencari sesuap rezeki.

“Jee,aku masih ada untuk berkongsi masalah denganmu. Ceritalah ,kalau aku boleh tolong,akan aku usahakan.” Aku bersuara dalam nada memujuk.

“Hmm…”dia menghela nafas yang panjang sebelum memulakan hikayat.

Bunyi ketukan di pintu sedikit mengganggu tumpuan. Pintu terkuak sebaik salam diucap. Ada wajah teman sebilik yang melangkah masuk. Aku mengangkat tangan,tanda tidak mahu diganggu. Dina,gadis yang berasal dari utara tanah air angguk tanda mengerti lantas lesap di sebalik pintu yang berlangsir biru itu.

“Aku terjebak dalam cinta terlarang Sya.”

Kalimah itu menjamah perlahan gegendang telingaku,namun seakan ada tsunami kecil yang melanda pantai perasaan. Aku terasa debaran di dadaku kian kencang.

“Aku tewas pada perasaan,” tambahnya lagi dan aku pasti saat ini kolam matanya mula digenangi air. Gagang telefon aku pegang kejap-kejap.

“Jee, aku kurang mengerti?”soalku ragu-ragu.

Angin petang yang mencuri masuk melalui jendela yang sedikit terbuka terasa sedikit kesat alirannya. Aku cuba mewaraskan diri,mentafsir cerita dan menimbang keadaannya. Ada esakan yang bertali di hujung suaranya,

“Ilmu agama aku tak kuat Sya. Setakat Darjah 5 apalah sangat. Hanya tahu membaca muqaddam dan serba sedikit tentang fardu ain. Tapi, dengan ilmu yang senipis kulit bawang itulah aku bawa sebagai bekalan ke Johor. Kau tahu kan aku menjawat jawatan minah kilang di sana Aku harus pergi Sya, demi sesuap rezeki.”

Suaranya layu. Aku dapat membayangkan mungkin dia sedang menekur meja sambil bermain dengan butir-butir jernih yang hadir tanpa diundang. Dia ratu air mata. Dalam hati yang keras, terselit jiwa yang sensitif.

“Aku hadir ke sini seorang diri, Sya. Saat mula-mula menjejak kota yang penuh mencabar ini,aku mengalami sedikit kejutan budaya. Tapi percayalah Sya, pesanmu agar solat jangan diabaikan sentiasa melekat di sanubariku.'

Alhamdulillah.syukurku di dalam hati. Solat itu tiang agama. Andai solat sudah tidak mampu dikerjakan,apalah gunanya beragama Islam.

"Aku seorang diri Sya. Sedang aku tidak betah berjuang melawan arus. Hidupku sering dibayangi mimpi-mimpi yang meragukan. Menyoal setiap langkah dan mengejek setiap perbuatan hingga aku jadi keliru. Salahkah aku memperjuangkan pakaian timur yang menjadi amalanku selama ini? Aku diejek di tempat kerja dan di rumah sewaku, aku jadi tambah tertekan. Hanya aku seorang orang tempatan,yang lain semuanya dari negara jiran Sya."

Aku tidak mampu membayangkan andainya aku yang berada di tempatnya. Pasti sudah kering kolam mataku menakung derita. Aku mencongak –congak lagi. Sekarang aku di IPTA di pinggir kota dan ketika aku berpindah,usiaku baru 11 tahun. Kalau dihitung-hitung,sudah 8 tahun kami tidak bertemu. Dia berhijrah ke selatan tika aku sedang sibuk menjalani peperiksaan PMR ku. Barangkali dia sudah tidak mampu memikul duka itu keseorangan.

“Aku masih bertahan dengan peganganku . Tapi takdir Tuhan tiba . Aku diuji. Melihat teman –teman yang berpacaran aku jadi leka. Lantas timbul keinginan yang sama. Itu normal bukan?”dia menyoal sendiri.

Ya. Aku menjawab di dalam hati. Usia belasan tahun merupakan saat yang paling genting dalam kehidupan seseorang. Saat remaja mengalami krisis identiti dan masih mencari-cari bayangan kehidupan masa depan.

“Aku masih belum matang dalam menilai. Aku jua perlukan seorang teman untuk mendampingi aku,menemani saat aku kesepian dan di sampingku meladeni jerih perih berjuang di rantau orang. Tapi,aku tersalah langkah. Dia yang kuanggap benar-benar mencintai diri ini hanya menganggap aku persinggahan sementaranya . Tatkala dia ketemu gadis yang lebih menarik hati,pelbagai alasan diberi untuk memutuskan perhubungan kami. Dan benarlah wanita pencinta paling setia. Akulah perempuan yang tidak berfikir panjang itu. Kuserahkan 100 peratus kesetiaan padanya. Tidak pernah terdetik pun di hati ini,akan suatu masa,dia akan pergi menyia-nyiakan kesetiaanku padanya.” Ada marah pada suara itu.

“Sejak dari itu,aku jadi pembenci lelaki. Memandangnya sudah cukup menjelikkan hatiku. Bagiku semua kaum Adam adalah sama. Setelah hati dimiliki,sewenang-wenangnya beralih arah. Tentu kau kata aku tidak menghukum dengan adil kan? Tapi,jika kau di tempatku,pasti kau akan mengerti,hati yang luka akan mengheret emosi menjadi tidak stabil. Aku terasa seluruh dunia bagai mengejekku. Apakah cintaku tidak cukup suci untuk dihargai?”

Aku biarkan dia meluah sepuas-puas rasa. Menghambur segala isi hati andai itu mampu meringankan bebannya. Apakah ada kalimah yang terlebih baik mampu kuungkapkan selain membisikkkan ungkapan sabar?

“Tuhan sedang mengujimu,Jee. Kita masing-masing ada tahap ujian sesuai dengan kekuatan diri. Ujian ini akan meningkatkan nilai kita di sisi Tuhan,Jee,” aku berujar perlahan persis berbisik.

“Aku lupa tentang itu,Sya. Aku jadi hanyut. Gelombang waktu ternyata melemaskan. Aku menyimpan dendam yang bernanah dan membusuk di ruang hati. Andai di dunia ini sudah tidak wujud lelaki yang benar-benar jujur,biarlah aku mengisi kekosongan itu.”

Ungkapan akhirnya memanah deria dengarku.

“Ya Allah! Jee,kau ingin mengubah hukum alam? Apa kau ingin lelaki yang melahirkan anak atau hujan turun dari bumi dan membasahi langit?”

Dia diam. Jeda seketika sebelum dia kembali menyambung. Ada getaran pada suaranya. Juga aku mengesan nada resah dan penuh bersalah pada ungkapan katanya.

“Saat itu, yang bermukim di mindaku hanyalah satu. Cukuplah sekali aku dikecewakan. Aku…aku keliru dengan diri sendiri. Aku bingung saat itu Sya. Tiada sesiapa di sisiku yang mampu memberikan aku obor petunjuk Aku tewas dengan bisikan syaitan yang bertalu-talu ke telingaku Seorang hawa sepertiku,1 akal dan 9 nafsu pastilah jatuh ke dalam perangkap nafsu. Aku kalah dengan persekitaran yang terlalu mendesak.”

Lirik katanya membuatkan aku pantas menyimpul-usia remaja dengan jati diri yang belum kukuh mampu merubah elemen diri yang menjadi pakaian peribadi selama bertahun. Tidak mampu aku bayangkan ,seorang gadis cilik yang ayu bertudung dan berbaju kurung penuh dengan kesopanan gadis timur bertukar wajah menjadi jantan yang lasak dan bersikap melindungi terhadap pasangannya. Ah.jelik sekali!

“Kalau kau ingin muhasabah secara sedar,apakah perasaanmu tika melakukan perkara yang menyalahi batas norma itu? Reda atau sekadar sekadar menonjolkan pemberontakan dalam diri?” Aku cuba menyoal.

"Aku tentulah tidak pernah terfikir untuk menjadi seperti hari ini,Sya. Kalau keluargaku tahu tantang ini,pasti aku tidak akan dibenarkan ke mari lagi,"ucapnya semacam mengeluh.

Sekilas aku merenung. Dia mangsa keruntuhan institusi kekeluargaan. Menetap bersama ibu setelah penceraian kedua ibu bapa disahkan. Hidup dalam kedaifan dengan abang dan kakak yang berlainan ayah yang menetap bersamanya. Tidak pernah menikmati detik-detik indah membesar sebagai seorang remaja di negara moden. Saat teman-teman sebaya seronok berpesta,dia di rumah,mengasuh adik tika ibu keluar mencari sesuap rezeki.

Jee,maafkan aku,tidak mampu menebak kesengsaraanmu selama ini. Aku sibuk sekali melalui dunia normal sebagai pelajar hingga terlupa ada yang tidak senasib denganku. Tambah-tambah engkau ialah teman sepermainanku tika anak-anak.

Hijrahku ke daerah lain telah meluputkan semua kenangan zaman anak-anak kita,Jee. Setelah tapak rumah kita dulu dikorbankan demi pembangunan,semua cerita di situ turut terluput ditelan masa. Perpisahan menambahkan jarak dan merenggangkan kemesraan. Yang tinggal hanyalah memori yang masih bersisa di ruang ingatan.

Perbualan kami tamat saat jam locengku berdering lantas. Masa untuk tidur. Tapi mataku enggan pejam walau sepicing. Fikiranku masih berlegar sekitar perbualan tadi. Aku hanya mampu menasihati,tapi kecekalan dan keinginan dirinya yang akan melaksanakannya.

“Setiap kali sebelum tidur, aku cuba menanamkan azam,mentari esok akan memutuskan ikatan songsang ini. Namun,hatiku tetap degil, memandangnya membuatkan keinginanku melonjak. Aku ingin melindungi dia daripada dimamah jantan bangsat.”

Bahasanya kian keras.

“Jee,kau bukan melindungi dia,kau mengheretnya ke arah kesesatan. Aku tahu kau sedar hakikat ini.”

Dan buat pertama kali untuk sekian lama,tidurku bertemankan dia. Aku melihat jalanannya yang goyah, aku cuba membantu,tapi huluranku tak bersambut.

Manik-manik jenih berebut-rebut menghiasi papan wajahnya. Sugul wajahnya meresahkan diri ini. Aku mencuba lagi, merebut dia kembali dari dunia penuh kejelikan. Namun,aku tidak punya kehidupan masa remajanya kerana dirampas oleh debu-debu kesesatan yang perlahan-lahan mengheret dia ke lembah yang pernah dihuni oleh kaum Nabi Lut. Ya, aku hanyalah masa lampaunya yang telah lama sirna daripada ingatannya.

Ya Allah,bantulah aku mengheretnya kembali untuk aku mampu memiliki kehidupan zaman remajanya.

Kesibukan menghadiri kelas dan menyiapkan tutorial yang menghimpit masa luangku sekali lagi hampir melenyapkan perhatianku terhadap persoalan hidupnya sehingalah panggilan telefonnya sekali lagi singgah ke dalam hidupku.

Dia masih membawa cerita yang sama. Kegagalan membunuh virus yang hampir melumpuhkan imannya. Antibodi imannya ternyata tidak kebal untuk menepis asakan dan ujian yang bertubi-tubi. Dan, aku masih kelu lidah untuk memberi nasihat selain mengungkapkan kalimah berdoa kepada Ilahi untuk dia kembali kepada fitrah semulajadi insan.

Dia tidak henti-henti mengungkapkan kekesalan kerana mengalirkan aliran songsang itu dalam setiap laluan hidupnya.

“Tiada kalimah terlambat dalam kehidupan, Jee.” Aku cuba memujuk hatinya yang dilanda rasa bersalah.

“Sebaiknya kau kembali ke desa,menjauhkan ingatanmu dari detik hitam ini. Aku percaya, satu-satunya cara ialah lari sejauh mungkin dari tempat yang dibaluti dosa itu. Tempat yang mengajar kau meremehkan nilai moral dan agama. Aku tidak mahu kau terus bergelumang dengan ajaran syaitan itu. Kau satu-satunya teman yang aku kasih dan aku tidak mahu kau tersesat dalam dunia yang tak berperaturan.”

Dia diam,barangkali memikirkan kata-kataku atau merenungi masa depannya yang masih kelabu. Aku ingin membantunya, namun tiada apa yang mampu kuusahakan andainya hatinya enggan berpisah dengan perbuatan salah itu .

Nihil. Aku tidak nampak sebarang kepuasan pada setiap tindakannya. Cadanganku mungkin kurang membantu. Pulang ke desa bererti terpaksa mencari kerja di tempat yang peluang kerjanya tipis demi kelangsungan sebuah penghidupan. Tetapi,terus di bandar bererti mendedahkan diri untuk terus dalam noda itu.

Detik menanti seorang teman kembali menjadi teman merupakan suatu saat yang amat menyeksakan.



Saban waktu,aku memohon kepada Yang Esa,tunjukkan kepadanya tujuan kehidupan yang hakiki. Dan,aku mengharapkan masa akan menjadi penyembuh yang paling berkesan.

Dua tahun setelah tidak bertentang mata merupakan tempoh yang cukup lama.

“Jee, kaukah itu?” Aku diterpa beribu persoalan.

“Kenapa? Tak percaya?” Dia cuba bercanda,tapi aku tidak mampu melebarkan senyum kerana bibirku terasa kelu dengan bicara yang tergantung dengan 1001 tanda tanya. Sepasang baju kurung membaluti tubuh lampainya dengan tudung ungu yang melindungi mahkota wanitanya. Dia umpama bidadari yang singah di bumi.

Aku duduk di sisinya,mendengar kisah lampaunya seolah-olah mengulangi suasana zaman kecil kami.Aku menadah telinga. Kedua-dua deria dengarku kuperuntukkan sepenuhnya untuk dia. Dia bercerita dengan tenang. Aku dapat melihat ketulusannya saat berbicara dan berkisah tentang simpang tersasar yang pernah disinggahinya dalam plot kehidupannya.

“Saat kami berbicara tulus dari hati ke hati,kami tahu dan sedar betapa salahnya jalan yang dipilih. Keinginan untuk menjalani kehidupan yang normal sentiasa terpeta dalam minda kami, hanya masa yang resah untuk mengizinkan.” Dia meraup muka. Matanya menembus pandang jauh ke hadapan, aku kira dia mengenang segala yang telah terjadi.

“Dan detik itu tiba jua. Kami berjanji segala peristiwa tidak berfaedah itu akan ditamatkan riwayatnya setelah fajar memulakan hari yang baru. Aku masih belum lupa Sya, hari itu 29 Zulhijjah dan hari yang kami paterikan janji untuk berubah itu ialah 1 Muharram-saat yang paling sesuai untuk berhijrah.” Dia jeda lagi,mengenang babak-babak yang pernah mengambil slot dalam kehidupanya.

Aku teringat firman Allah yang mafhumnya ialah Allah akan menguji hamba-Nya hanya sekadar kemampuan dan tahap imannya dan ternyata ujian itu mampu ditanganioleh Jee walau ia agak mengambil masa.

“Aku bangun pagi Jumaat itu dengan azam yang sungguh kuat. Aku mengutip nasihat-nasihatmu dan mengikatnya dengan kemas dalam lipatan hatiku sebagai satu azimat. Namun,masih ada ujian yang perlu diladeni. Aku dikejutkan oleh satu berita yang memberi tamparan yang cukup kuat.” Dia menghela nafas yang panjang, seakan mengumpul kekuatan untuk menceritakan segalanya.

“Panggilan telefon pada pagi limun itu membawa bersamanya berita yang cukup mengejutkan. Dia sudah tiada Sya. Tuhan lebih sayangkannya. Tubuhku terasa longlai. Aku terasa di awangan dengan tanah yang kupijak terasa umpama udara yang sedang berpusar.” Jee, betapa besarnya dugaan untuk menguji dirimu. Kalau aku berada di tempatmu,aku tidak pasti,mampukah aku bertindak waras sepertimu. Hatiku pantas berbisik.

“Lebih sepurnama aku mengumpul kekuatan diri untuk menerima hakikat ini. Aku yakinkan pada diri,dia ditakdirkan pergi kerana sebuah kereta menabraknya dan dia sudah berniat untuk berubah sebelum saat itu menjelang,sebelum nyawanya berada di halkum dan sebelum malaikat maut memunculkan dirinya.”

“Aku pujuk diri sendiri,dia pergi supaya aku mengerti,bila-bila masa sahaja,Maha Pencipta mampu menjemput diri insan mengadapNya tanpa amaran.”

“Aku menjahit hati yang resah dengan benang keinsafan tentang nikmat kehidupan yang masih diperuntukkan buatku. Dia pergi untuk selamanya-lamanya. Namun,aku harap niatnya untuk bertaubat setelah mentari pagi muncul akan dinilai sebagai taubat sebelum rohnya meninggalkan sekujur jasadnya yang terbujur kaku.”

Aku insaf kini. Kadang kala kehilangan mewujudkan kebaikan pada insan yang mengalaminya. Dan kehilangan itu sebenarnya menemukan aku kembali dengan seorang sahabat dan teman yang pernah kumiliki dulu. Tuhan,kerja-Mu penuh rahsia.

Buat sekian kalinya,aku menadah tangan,mengucap syukur kerana mengembalikan Jee ke atas landasan hidup yang sebenar.

RAMADHAN : AKU DAMBAKAN HADIRNYA RUHMU PADA AMALANKU

Assalamualaikum teman-teman yang dikasihi. Moga dirahmati Allah sentiasa. Ramadhan makin dekat menghampiri. Apakah persiapan kita untuk menghadapinya? Moga ‘mega sale’ Ramadhan berserta tawaran hebat ‘lailatul Qadr’ yang lebih baik daripada seribu bulan tidak kita lepaskan. Anggaplah ini Ramadhan terakhir untuk kita dan sama-samalah kita mengejar fadilat yang tak terhitung seperti ganjaran sahur (yang membezakan puasa Muslim dengan puasa bukan Muslim), berbuka di awal waktu dan solat terawih yang tiada pada 11 bulan yang lain.

Jangan jadikan Ramadhan alasan untuk kita bermalas-malasan dan lebih banyak tidur kerana ini akan mengiakan tanggapan bukan Muslim bahawa Ramadhan mengurangkan produktiviti. Sebaliknya kita jadikan Ramadhan sebagai latihan untuk kita menghadapi 11 bulan lain yang mana kita semua tahu ganjaran pahala amalan di bulan ini dilipat gandakan dan syaitan diikat.

Jadi, pertarungan kita ialah antara nafsu dan hati, bukannya antara diri dan syaitan. Moga Allah akan membantu kita menjadi hamba-Nya yang terbaik. Marilah kita merebut peluang membentuk diri kea rah yang lebih baik. Amin.

KELEBIHAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mempunyai banyak kelebihan. Kedatangannya selepas dua bulan yang juga tidak kurang keistimewaannya iaitu Rejab dan Sya'ban. Bagi tujuan menyuburkan rasa tanggungjawab dan rasa ingin menambahkan ibadat kepada Allah sepanjang Ramadhan ini, di sini dibawa beberapa hadis yang menceritakan mengenai kelebihannya.

1. Abu Hurairah menyatakan : Telah bersabda Rasulullah S.A.W yang artinya : Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan. -Hadis dikeluarkan oleh imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad dan Baihaqi-

2. Daripada Abu Hurairah daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya :siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan niscaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu. - Diriwayat oleh imam Nasai'e, Ibn majah, Ibn Habban dan Baihaqi-

3. Abu Hurairah telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda tentang Ramadhan yang artinya : Siapa yang mendirikannya(Ramadhan) penuh keimanan dan keikhlasan diampunkan baginya dosanya yang telah lalu. - Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Tarmizi, Abu Daud, Nasai'e,Malik,Ahmad dan Baihaqi-

4. Daripada Abu Hurairah telah berkata: Rasullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Sembahyang yang difardhukan kepada sembahyang yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan Jumat kepada Jumat yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan bulan kepada bulan(iaitu Ramadhan) merupakan kaffarah apa antara keduanya melainkan tiga golongan : Syirik kepada Allah, meninggalkan sunnah dan perjanjian (dilanggar). Telah berkata Abu Hurairah : Maka aku tahu perkara itu akan berlaku, maka aku bertanya: Wahai Rasulullah! adapun syirik dengan Allah telah kami tahu, maka apakah perjanjian dan meninggalkan sunnah? Baginda S.A.W bersabda : Adapun perjanjian maka engkau membuat perjanjian dengan seorang lain dengan sumpah kemudian engkau melanggarinya maka engkau membunuhnya dengan pedang engkau, manakala meninggalkan sunnah maka keluar daripada jamaah(Islam).-Hadis riwayat Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi-

5. Daripada Abi Soleh Az-zayyat bahawa dia telah mendengar Abu Hurairah berkata: Rassullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Setiap amalan anak Adam baginya melainklan puasa maka ia untukKu dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara.Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditanganNya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. -Hadis riwayat imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Ibn Habban dan Baihaqi-

PENERANGAN HADIS

1. Semua hadis menceritakan betapa besarnya kelebihan bulan Ramadhan untuk kita sama-sama menghidupkannya dengan segala amalan sunnah.

2. Pintu syurga dibuka sepanjang Ramadhan, manakala pintu neraka pula ditutup. Ini menggambarkan bagaimana Allah begitu mengasihani hambaNya yang taat beribadat dan menurut segala perintahNya.

3. Syaitan diikat sepanjang bulan Ramadhan agar kita dapat menunaikan segala ibadat dengan penuh keikhlasan. Tetapi kita perlu ingat bahawa kawan syaitan yang berada pada diri kita iaitu nafsu akan menggantikan tugas syaitan jika kita lalai.

4. Pentingnya keikhlasan dan keimanan kita dalam menunaikan ibadat.

5. Puasa mampu menjadi perisai diri daripada terjebak ke lembah maksiat, begitu juga ia mampu menghapuskan segala dosa-dosa yang lepas jika kita benar-benar bertaubat.

6. Kita mesti menghidupkan sunnah yang mana yang paling besar ialah berada dalam jemaah Islam terutama di dalam mengembalikan semula khilafah Islamiah yang telah lama dihancurkan iaitu pada 1924.

7. Jauhkan daripada syirik pada Allah sama ada berbentuk perbuatan, niat ataupun percakapan. Kita mesti mematuhi segala perjanjian yang dibuat selagi tidak melanggar hukum syarak.

8. Kita mesti berpuasa pada semua anggota bukannya pada makan dan minum sahaja.

9. Bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada bauan kasturi.

10. Orang berpuasa akan mengecapi dua kegembiraan iaitu ketika berbuka dan apabila bertemu Allah kelak.

11. Di dalam menunaikan ibadat puasa kita mesti banyak bersabar dan jangan suka berbual kosong apatah meninggikan suara apabila bercakap.

Monday, August 17, 2009

LAPTOP OH LAPTOP

Allah menguji kesabaranku dan aku benar-benar teruji sebab aku bukannya seorang yang sabar sangat. Aku mudah marah kalau diprovok dan memang threshold sabar ku agak rendah.

Dan ujianku kali ini mengenai laptop. Dulu aku guna laptop jenis COMPAQ. Dibeli dengan duit biasiswa yang aku simpan di matrix tambah sedikit suntikan daripada FAMA sebab duit yang aku simpan tu untuk ambil lesen dan laptop, jadi memang tak cukup la. Terbabas sikit.  

Sampai sekarang aku tak bayar lagi hutang dengan FAMA. Nanti aku kerja, aku bayar hehe. Laptop tu aku trade in kepada adik dengan bayaran 0 sen. Aku beli laptop baru ASUS dengan duit biasiswa masa tahun satu di Kuantan. Harga sedang-sedang je.

Compaq-buat hal sedang guarantee sudah habis. Hantar centre kat Kuantan. Untuk diagnosis saja, perlu bayar hampir rm100. Rezekiku walaupun tamat tempoh guarantee, wang dipulangkan balik dan laptop ditukar hardwarenya free saja.

Kemudian ASUS aku buat hal setelah Compaq aku hantar kat adik aku. Takkan nak minta balik kot, dia pun ada kerja nak buat-programming dengan laptop tu. Kali ni kena hantar center kat KL sebab centre tak ada kat tempat lain. Hampir dua bulan menunggu akhirnya siap.

Masalahnya:

1.  1.  Adik aku ingat aku hantar laptop tanpa charger

2.    Dapat je laptop, aku tengok keyboard dan keypad protector tak ada

3.    Slot belah kanan laptop pun terbuka tanpa ditutup

4.    Dan charger pun hilang…memang sabar aku dah hampir habis

Kemudian aku pujuk diri. Mungkin aku ada laburkan wang dan masa ke tempat salah hingga begini ujian padaku. Tapi setiap ujian Allah sediakan jalan keluar. Aku cari charger kat lot 101. Harga ori rm 300, tapi universal rm80.

Universal maksudnya charger tu boleh digunakan kat mana-mana laptop sebab ada rempvable head. Tapi kena adjust bagi voltan dia compatible la, kena hati-hati sikit takut terbakar. Alhamdulillah setiap ujian mesti ada jalan keluarnya.

BBQ 3RD YEAR



Tamat je kelas LA untuk semua kumpulah Sabtu tu, aku keletihan yang amat-tersumbat dengan teori yang banyak. Petang  ni ada BBQ dekat Pantai Balok. Enjoy je la..hehe

Friday, August 14, 2009

CAMAR YANG TERASING



Camar atau nama saintifiknya Sterno hirundo mencuri perhatianku akhir-akhir ini. Burung yang gemar makan hering (Clupea harengus) mengingatkan aku tentang satu cerita yang pernah kubaca berulang dan masih segar dalam ingatan sampai sekarang. .

Barangkali semasa tingkatan 3 rasanya. Cerita mengisahkan anak camar yang bosan melihat masyarakatnya yang tak henti-henti dengan rutin harian biasa-berebut ihering setiap waktu. Lantas ia mengasingkan diri dan memikirkan sikap masyarakatnya.

Anak camar ini lantas berfikir mengapakan kaumnya bersikap begitu apatah lagi pemimpin kaumnya turut bersama melakukan perbuatan berebut hering itu.

Didorong suatu pemikiran, anak camar ini membuat satu eksperimen. Eksperimen ini ialah bagaimana untuk melajukan penerbangan mereka. Kajiannya menemukan mengapa halaju camar lebih rendah berbanding helang. Penemuannya ialah bentuk sayap helang mempengaruhi halajunya. Lantas dia bereksperimen dengan sayap dan melupakan kegilaan kaumnya berebut hering.

Akhirnya setelah berpuas hati dengan kajian dan ujikajinya dia memberitahu kepada bapanya. Jawapan bapanya: Aku sungguh kecewa denganmu. Mengapa kau tak seperti camar yang lain? Mereka meneruskan tradisi camar dan kau membuang masamu membuat kerja yang tak pernah dibuat orang?



Bapanya memandang ke dalam matanya dengan kekecewaan yang mendalam. Anak camar itu tunduk. Tunduk pasrah. Dan mengasingkan dirinya dan menelan waktu dalam kekecewaan bersendirian. Dia terus bereksperimen dan hidup tenang sendiri walau tanpa restu masyarakatnya.

Demikian mentality atau persepsi. Kita tak mampu merubah sesuatu yang berakar lamanya walaupun nyata perbuatan itu tidak mempunyai sebarang faedah.

RESENSI BUKU & HARI-HARI YANG TELAH BERLALU



Kebelakangan ini aku mempunyai motivasi yang tinggi untuk membaca buku berbahasa Inggeris. Novel Dan Brown –The Deception Point berjaya dihabiskan dalam 3 hari. Ingat lagi buku BI pertama yang aku berjaya habiskan ialah buku setebal 500 muka surat dengan tulisan yang sangat kecil tulisan Jane Austen(aku lupa tajuknya) dalam masa dua minggu.

Sebelum ini aku tidak berjaya menghabiskan novel BI yang dibaca. Itulah pertama kali aku berjaya-semasa aku di Tingkatan 3 dan buku itu dipinjam di Perpustakaan Awam berdekatan rumah berkat dorongan Cikgu Siti Kamaliah-lulusan UIA. Dia mencabar A untuk subjek BI PMR akan diberikan hadiah.

Namun aku tidak berjumpa dengannya selepas keputusan PMR diumumkan dan khabarnya dia berpindah ke Sabah. Ketika itu heboh dengan Kementerian Pelajaran Malaysia ‘mencuri’ guru Sekolah Agama Rakyat (SAR) dan ramai cikgu sekolah aku dicuri. Agak sedih!

Banyak sebenarnya yang aku belajar untuk menguasai BI daripadanya. Contohnya menghafal kosa kata setiap hari dan menulis diari dalam BI. Aku sejak daripada sekolah ialah pembenci BI yang kronik. Dan aku santai saja membaca novel BM semasa Cikgu BI mengajar semasa aku sekolah rendah dulu. Aku jua membaca novel BM semasa kelasa PAI, tetapi disebabkan aku telah menyiapkan tugasan lebih awal, Ustazah hanya mencubit ‘manja’ pahaku.



Aku rindu cikgu PMR ku-cikgu Hasmira Seman-Geografi. Aku selalu ponteng kelas tambahan dia..hehe. keletihan balik ke rumah lewat petang dan esoknya jam 635am terpacak menunggu bas menyebabkan aku ponteng kelas tambahan.

Cikgu Norizan-Sejarah. Aku sebenarnya bukanlah seorang yang minat subjek sejarah. Namun pertemuan dengan cikgu di tingkatan 5 dan Faisal Tehrani menghantar aku menjadi pengulit sejarah yang peka.

Cikgu Asmar Rifan-matematik. Aku terhutang budi dengan usahanya yang meningkatkan motivasi aku untuk terus meminati matematik dan memaksa diri untuk cemerlang Matematik demi merebut tempat dalam kuiz mate & sains anjuran Yayasan Islam Kelantan (YIK).

Kemuncak kebencian aku terhadap BI ialah aku menulis dam buku latihan BI-AKU BENCI BAHASA INGGERIS muat satu muka surat. Anehnya, setelah kebencian itu diluahkan aku perlahan-lahan mula meminati Bahasa Inggeris. Dalam UPSR aku berjaya mengelak keganjilan gred untuk BI.

Di sekolah menengah, aku memaksa diri menjadi pembaca kamus oxford BM-Bi yang setia. Aku memaksa tangan mencari setiap patah perkataan yang aku tidak faham. Tekanan pada awalnya dengan tatabahasa BI, namun kegigihan aku dibayar- Allah mudahkan usahaku belajar pelbagai ‘tense’ BI.

Ya, aku belajar sendiri, tidak punya abang atau kakak yang mampu mengajarku dalam BI. Impianku cukup tinggi, andai kakak aku Bahasa Arabnya cukup kuat, aku mahu lebih dari itu. Aku mahu BI dan Bahasa Arab sekaligus.



Kemudian, aku membuat buku kecil yang kubaca semasa menunggu bas-Thesaurus. Pelbagai sinonim BI aku paksa diri menghafalnya.

Buku Dan Brown-ini buku ketiga dibaca selepas The Da Vinci Code dan The Digital Fortress. Dan setelah membaca 3 buah bukunya aku berjaya menerka plot ceritanya. Ceritanya sarat dengan fakta teknikal dan antagonisnya ialah seorang misteri dan seorang yang dekat dengan protagonist cerita.

Walaupun begitu klise tapi aku suka dengan plot ceritanya yang agak komplikated tetapi kesudahan cerita sungguh menarik.

Biasanya aku boleh meneka plot cerita seseorang penulis setelah membaca sekurang-kurangnya 3 buah novel terlebih dahulu seperti aku menjangka plot cerita John Steinback atau seorang penulis di Jemari Seni. Tapi, plot cerita Faisal Tehrani tetap tidak berjaya aku menebaknya. Dia hadir dengan pembaharuan untuk setiap novel barunya.



Aku kira minat aku untuk menulis berkadar terus dengan tekanan. Aku berjinak dalam dunia penulisan setelah aku kehilangan teman rapat untuk berkongsi cerita. Tingkatan 4 aku berhijrah ke Ma’had Muhammadi Perempuan Kota Bharu sedang kawan akrabku tidak ikut serta. Aku memang seorang yang tidak mudah untuk mencari seseorang semata-mata untuk membuka rahsia hatiku.

Dan aku mula menjadi seorang pencinta 26 abjad yang akrab. Saat air mata tak terbendung, aku mula meluahkannya atas tulisan. Mungkin jua aku mudah menulis disebabkan hobi aku mengumpul kata-kata dalam novel dan majalah yang pernah dibaca. Tugas sebagai pustakawati di sekolah rendah melayakkan aku meminjam buku lebih daripada orang lain dan biasanya aku meminjam 6 biji untuk 2 hari.

Aku membeli buku log khusus aku hias dengan gambar Martina Hingis (pemain tenis no1 dunia ketika itu) dan aku tulis di dalamnya sajak, puisi, pantun dan kata-kata hikmat serta ayat yang aku kutip daripada novel, buku atau majalah hatta akhbar sekalipun.
Dan saat terindah ialah semasa aku memenangi pertandingan mengarang sajak dan cerpen untuk minggu displin di MMP. Lebih indah lagi saat mendengar sajak aku dideklamasikan di ‘thobur’ –tempat perhimpunan. Itulah kenangan terindah aku di MMP.

Antara lain ialah aku menang pertandingan menulis sajak anjuran BADATI (badan da’wah dan tarbiah). Dan seringnya aku memilih untuk menjawab soalan ke5 kertas bahasa melayu SPM-sambung cerita.

Gaya bahasa aku agak melankolik mungkin disebabkan aku terpengaruh dengan Hashim Latiff menerusi novel-novelnya. Namun, yang paling aku ingat ialah Alifah Ilyana. Novel itu aku baca berulang dan setiap kali aku membacanya air mata aku pasti menitis. Aku memang gagal membendung tangis andai menonton cerita atau mebaca buku yang menyentuh hatiku.




Adik aku selalu komen, cerpen aku agak meleret. Ya. Aku rasa aku lebih meminati gaya bahasa berbanding plot cerita. Bagiku gaya bahasa lebih mudah dimanipulasi berbanding memerah otak membentuk plot cerita. Namun, aku cuba mengolahnya agar tidak terlalu meleret.

Cerita zaman sekolah rendah yang mencuri air mataku ialah Korban Sungai Manggis, aku lupa penulisnya tapi ceritanya memang meruntun jiwa. Namun, cerita yang masih aku ingat sampai sekarang ialah Tetamu Ibu, cerita ringkas namun plotnya cukup baik dan penuh pengajaran.

Aku memang gila baca buku dan itulah permulaan untuk aku menulis cerita. Saat pulang dari sekolah atau perpustakaan, aku pasti mengunci diri untuk menamatkan pembacaan aku dan amat malang andai ada sesiapa yang menggganggu pembacaanku, pasti tidak dilayan.

Buku lain yang aku ingat ialah novel yang aku baca di sekolah SMAS. Ia mengisahkan pencarian seorang perempuan terhadap kebenaran beragama. Asalnya seorang yang neutral kemudian menganut atheis dan kristian (kedua-duanya atas pengaruh 2 orang teman lelaki). Akhirnya dia menemui kebenaran Islam melalui teman sebilik di university.



Cukup dengan contoh mengamalkan Islam sempurna-(bukan islam liberal yang banyak diamalkan sekarang)-solat awal waktu, puasa sunat Isnin Khamis, sentiasa memulakan sesuatu dengan nama Allah,menutup aurat, menghormati agama lain dan akhlak yang baik cukup untuk mengarahkan hati sesiapa mencintai Islam.

Sampai sekarang aku masih mencari novel ini. Misteri sungguh-aku lupa tajuk, penulis atau penerbitnya dan aku masih tercari-cari buku ini. Aku tak tahu sama ada buku ini masih ada di perpustakaan sekolah dulu.

Seketika setelah masuk ke matrix, aku terdedah dengan novel cinta yang cukup klise. Namun kesempatan menghadiri seminar penulisan kembali menghantar aku ke alam reality. Cerpen cinta bukan duniaku dan sehingga kini aku masih gagal untuk membuat cerpen cinta. Seperti sebuah cerpen yang pernah kubaca : perlukah aku bercinta untuk melayakkan aku membuat cerpen cinta?

Jawapannya aku perolehi melalui Tunggu Teduh Dulu-Faisal Tehrani. Andai tidak tahu siapa penulisnya pasti aku mengatakan penulisnya seorang perempuan yang telah berkahwin. Alangkah!

Inilah untungnya jadi penulis. Anda boleh jadi siapa saja yang anda suka-peguam, pensyarah, doctor,pencuri,perdana menteri atau sesiapa saja. Namun, perlu diingat penulis ialah cerminan tulisan yang bakal dikarang. Kadang-kala atau selalunya kita boleh menilai seseorang berdasarkan hasil tulisannya.



Dan tuntutan sebagai seorang pelajar menyebabkan kadang kala aku hanyut dalam stress yang berpanjangan dan stress ini menghantar keserabutan pada minda yang menghantar aku ke dunia penulisan. Lazimnya aku akan menulis saat-saat ujian makin dekat. Ini salah satu terapi hidupku.

Moga aku istiqamah menulis ke arah mencari keredaan Pencipta Alam. Amin.