Hati ini satu.
Hati ini kadang-kala sesejuk ais.
Namun,
kadang semacam angin mendamaikan. Hati ini milik seorang wanita yang sifatnya
lembut.
Semacam kerak nasi yang direndam air. Saat ini hati ini tersentuh. Hati
ini sedang diuji, namun hati ini punya tahap kesabaran yang sungguh tak ampuh.
Maaf,
andai hari ini hati ini terguris dan mengalirlah rasa sayu.
Ah, hati seorang perempuan itu sedang teroleng, karam dalam
samudera rasa.
Masih mencari pulau damai untuk mengisi ruang yang makin
kekeringan rasa.
Masih mencari pelabuhan kasih untuk berlabuh.
Untuk sementara
waktu, pandanglah dari jauh.
Renunglah dari sisi.
Andai aturan masih tersurat,
masih punya titik pertemuan, mungkin ada titik masa yang akan menyatukan. Buat sementara
waktu, izinkan hati ini terus belayar dalam kolek bauran rasa sampai …entah
bila..
No comments:
Post a Comment