Wednesday, January 23, 2008


Assalamualaikum dan salam ceria. Sudah lama tinta saya terkandas hanya di sudut hati. Terlalu banyak yang terjadi hingga hanya hati jadi pengemudi bicara dengan jantung yang berdetik keras. Saya mulakan tahun baru 2008M dan 1429H dengan azam yang lebih tekad-azam yang lama tapi diperbaharui dan disegarkan lagi intinya.

Puisi atau lebih tepat lagi lagu ini saya petik dari blog iluvislam yang disalin dalam laptop seorang kawan. Hayati liriknya yang sungguh menginsafkan:

Yang kelabu
Hening telaga biru
Berubah menjadi ungu senja
Tak terkikis batu hitam kelam

Di atas tegak tebing yang bersahaja
Semburan warna-warna cakerawala
Adalah lukisan terindah
Rindu air pada muara
Setelah lelah berliku
Kepada embun-embun pagi
Dan kabut malam hari yang berdoa
Memohonkan ampun bagi sesiapa saja
Dan bersimpuh lantunkan rasa
Hidup pada-Nya

Yang setia cahaya yang agung
Menebar picar hangati maya pada
Belai angin pada dedaunan
Ingatkan kembang untuk terus merekah
Manjakan penghuni perebut karunia
Patuhi titah-Nya Sang Perkasa
Rangkuli kicau jagat raya
Sampai masa tak berdegup

Tak pernah bumi ini mengadu
Walau terinjak bertapak
Namun tetap tumbuh
Gempita puji-puji semesta
Selamanya pengakuan
Pada Dia Yang Esa

No comments: