Wednesday, July 27, 2011

ANTARA WAKTU, CINTA DAN PERSAHABATAN by KHALIL GIBRAN

One day you will ask me which is more important? My life or yours? I will say mine and you will walk away not knowing that you are my life." 

 WAKTU

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.

Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?
Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

CINTA

AKU bicara perihal Cinta????…
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.

Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.

Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia 
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.

Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.

Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

PERSAHABATAN

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Thursday, May 19, 2011

NAMA LAIN BAGI RINDU IALAH

....saat ia ada di depan, namun seakan terbayang masih ia di awangan.

Entri pertama setelah terkurung dalam jeriji ‘writer’s block’ (yang sengaja diada-adakan mungkin) berabad lama. Punya banyak cerita yang terkaku oleh satu kata-keengganan menyusun aksara kata.

Cerita pertama. Punya cuti dua  purnama. Punya banyak sebab untuk tidak berbuat apa-apa. Enteng bicara, cuti biarlah benar-benar cuti, entah bila akan punya peluang sebegini, bersantai bersama keluarga dan memeluk cium bau anak-anak saudara yang sekian lama terbayang di mata. (erti rindu itu apabila bertemu, biar susut dendam yang membusut)

Kebetulan ada Pesta Buku-hari raya untuk orang yang gilakan buku semacam aku. Ya, aku masih boleh membutakan mata pada pakaian di Masjid Jamek meski nafsu seakan memaksa, namun tidak pandai berkata tidak pada helaian kerta yang ditinta semacam hikmah. Oh, harganya seakan-akan tak berhenti menipiskan simpananku.

Azamku, selepas ini satu semester aku akan pencen daripada membeli lantaran banyaknya simpananku terhabis di sini. Dan seringnya, azam itu tak terpenuhi, singgah saja Popular atau kedai buku lain, tanpa berkira menyeluk poket membeli senaskah dua walau majalah sekalipun.

Seorang diri ke key el, kembara demi pesta buku yang sudah dua tahun tidak punya kesempatan menghadiri. Hari Ahad, hujung minggu warga kota untuk mereka yang semacam rambang mata memandang buku, kesempatan yang tak mungkin dilupakan menambah sesak trafik di PWTC.

Kiranya, kalau ke tempat semacam ini, aku lebih suka keseorangan, tidak mahu ada teman yang tertinggal. Masakan tidak, lampu merah dan kuning acap menyerlah, hijaunya entah di mana yea. Namun, ada pula yang sudi menemani diriku yang ‘lone ranger’. Terima kasih.

Pusing-pusing, terlihat booth untuk AdiPutra, genius Math yang terpinggir di Tanah bertuah bernama Malaysia. Sesi 2 jam dengan bayaran cuma rm5. Kuheret dia yang terpinga meneman aku untuk sesi yang hampir berakhir sudah separuh masa. Masih ada sesi jam 2pm, namun aku punya acara lain yang mesti dihadiri.

Ya Allah, nikmat-Mu yang mana lagikah aku dustakan?

100 angka di papan putih hanya dihafal dalam urutan depan-belakang dan belakang-depan dengan hanya 1 minit.

Lebih 200 formula Math yang direka oleh anak cilik ini.

Dan, mereka yang tak punya pemikiran mencadangkan anak ini ke sekolah biasa, di Tahun 1 sedang formula Math lebih mantap dari sesetengan Prof? Oh? Di dunia primitif manakah kaki aku berjejak?

Paling membuatkan aku terharu ialah saat ditanya bagaimana formula itu direka? 

Jawapannya:
ILHAM DARI ALLAH!!!! 
                   
Sebagaimana diceritakan ayahnya, saat dia mereka satu formula, beberapa hari Adi akan berjaga demi untuk menghasilkan formula tersebut.
Ya Tuhan, kerdilnya aku di sisi-Mu.

Aku pulang bersama naskah pertama tulisan yang memuatkan formula senang belajar Math, jua dengan tiga pesanan untuk bijak Math:

1.      Kurangkan kalkulator kerana ia akan mengekang krativiti
2.      Kurangkan sms: bahasa rosak, bangsa tergadai
3.      Kurangkan main game

Hampir jam 2pm, kami mencari surau. Punya temu janji dengan penulis buku untuk sesi Bicara Buku. Buku punya pasal, makan tengah hari pun aku tangguhkan. Namun terhalang oleh promoter yang katanya mahu mencuri 10minit aku, namun hampir setengah jam dicurinya.

 Kemudian terkandas pula di surau dengan rombongan budak sekolah beratur mengambil wudu’. Sudahnya jam 330pm baru aku tiba ke dewan untuk ketemu penulis bestseller Negeri5Menara A.Fuadi.

Negeri 5 Menara seakan tetralogi Laskar Pelangi-sang Pemimpi-Edensor-Maryamah Karpov. Namun intinya lagi meyakinkan. Namun objektif tulisannya sama, di mana ada mimpi, di situ pasti kau ketemu realiti. Tetralogi Negeri 5 Menara dengan buku kedua-Ranah 3 Warna..hmm..ada sedikit persamaan. Ya, kedua-duanya ialah cerita benar yang penuh inspirasi dalam menjalani badai kehidupan.

Sedikit kesal kerana hanya berada dalam diskusi itu 30minit terakhir. Namun, berpuas hati kerana dapat ketemu sendiri penulis buku best seller A.Fuadi.

Kemudian menunggu hujan berhenti sebelum berangkat pulang. Tidak mahu kelewatan, menyusahkan orang yang mengambil di stesen transit aliran ringan. Ya, sebelum itu singgah membeli makanan di The Mall.

Opps..itu hari ke2 di Pesta Buku. Hari pertama di key el, aku punya tujuan lain. Selesai saja, terus ke Masjid Jamek. Berjalan hingga ke Semua House (tak ada pilihan ye pakaian di sini) dan tawaf 7 tingkat Sogo sampai ke atas hanya untuk makan di situ. Pelik, kakiku seakan tak reti letih yea. 

Kemudian patah balik ke Masjid India untuk solat dan membeli kerongsang (rm5 for 4) dan juga beg. Itupun setelah ambil letak dekat sepuluh kali. Nasib baik orang tu ingat jalan, aku dah pening lalat di celah pakaian dah. Maklum, jauh berjalan padahal ada je lrt dekat Sogo, tapi nak beli kerongsang, terpaksa patah balik.

Kemudian, aku pergi lagi ke Pesta Buku. Maklum ,di rumah bukan buat apa kan. Pertama kali naik bas rapid kena pakai kad Rabbit touch n go. Mana la aku tau naik bas ada guna kad. Alahai. Kemudian dari KL sentral naik komuter sebab malas nak tukar train kat masjid jamek. Ada beberapa sebab aku elak naik komuter. Pertama sebab kusyen dia semacam berbau. Aku memang ada harapan nak ‘initiate gag reflex’ la. Tambahan aku belum makan apa-apa sepanjang hari.

Kedua sebab lambat. Dekat setengah jam aku tunggu. Ketiga sebab menggerunkan. Rasa seram semacam, tambahan kalau aku keseorangan, lagipun tanda dia susah sikit nak cam, tak macam lrt. Tapi, aku paling gerun naik monorel, rasa macam nak melayang je (dalam kepala terbayang kes tayar monorel yang tercabut di jalanan, kes yang hangat dulu tu).

Mula-mula pergi atm The Mall. Kering poket aku berjalan kat key el ni. Kemudian pergi beli tiket kat hentian putra, mahu pulang malam esok. Kemudian baru pergi pwtc. Pergi pusing-pusing je, jumpa orang yang curi masa aku 30minit lebih tu, terus aku corner lain. Hasilnya 4 biji novel mesra ditukar dengan not merah dan hijau. Alahai terbang.

Aku tanya orang tu nak makan ke?
Aku tau dia nak makan, tapi sebab dia kata ikut aku. Hmm..aku dah tak jumpa makanan murah kat key el ni, balik makan kat rumah la.

Kami pun pulang dengan perut kosong. Kasihan dia, aku tau dia nak makan. Tengok muka pun tau lapar. Dah la aku jalan menonong je, memang jenis tahi lalat di kaki, makan tolak tepi, asal urusan semua selesai. Haha..ada berani mahu ikut lain kali?

Sebenarnya aku malas makan di situ sebab dah lewat, aku malas nak cari surau, nak balik solat di rumah. Tak selesa pula solat di gedung begitu.

Ok. Habis cerita key el. Aku pergi bawa cinta untuk anak saudara yang tak tumbuh lagi gigi walau dah 6 bulan umurnya. Aku paling suka bila aku suap dia makan roti dan dia cuba gigit tangan aku. Alahai ridge dia, lembut.

Bau bayi memang best, even dia bangun tidur dan belum mandi pun, perfume semulajadi dia memang harum. Aku tak henti cium dia sampai dia nak menangis.

Aku balik bawa rindu dari dia yang sampai sekarang tak sembuh-sembuh. Buka laptop, aku renung gambar dia, wallpaper henset aku pun dah letak gambar dia. Bangun tidur, nak tidur, buka je henset, aku tenung gambar dia dulu.

Asyik dak bercakap je, bila dia nak balik sampai adik aku naik pening dengar.
Haha..inikah yang dinamakan rindu @ angau?

Cepatlah balik.....

Ok. Cerita hari ini pula. Alkisah maka aku anak seorang penoreh getah. Dibesarkan dengan hasil torehan yang tak pernah kekal stabil adakala naik mendadak sampai semua orang bandar nak balik kampung untuk menjadi penoreh getah dan seringnya orang tak pandang la kalau kita cakap kerjaya kita penoreh getah kan.

Ma aku, setelah kematian arwah abah, dengan tulang empat keratnya menggagahkan diri untuk mencari rezeki demi 3 anak yang masih di bangku U. Seorang uia kauntan. Seorang uia gombak. Dan seorang lagi insya Allah uia pj.

Maka, setelah harga getah naik (khabarnya harga emas pun naik, batal hasrat aku nak beli cincin..syhh) maka ma aku pun berhenti buat getah, buat pok je. Aku tak tau bahasa melayu untuk ‘pot’ gapo.hehe Baru aku tau-getah beku bahasa melayunya..he

Lalu, dia akan keluar menoreh dengan adik aku seawal 730am dan pulang 1030am. Lebih kurang 10 hari, akan ada sesi kutipan ‘pot’. Maka, untuk meringankan kerja, aku selaku permaisuri yang tak punya kerja lain selain menggoyang kaki di rumah pun di jemput sama.

Oh, boleh naik motor sampai ke dalam kebun, melalui jalan belakang ye. Tak perlu naik rakit atau mengharung sungai seperti dulu lagi. Tapi, jalan yang tak berapa elok, ya jalan merah dan juga bukit-bukit membuatkan aku macam nak jatuh masa naik motor dengan adik aku. Lagi sanggup berjalan kaki kalau begini. Sakit bontot aku.

Adik aku hantar aku dulu, lepas tu dia ambil ma aku pula. Aku pun tercangak-cangak la dalam hutan tu seorang diri. Ni kali pertama aku datang ikut jalan motor. Patutla rasa macam tak familiar, rupanya ni kebun belakang, getah yang tak pernah ditoreh sebelum ini sebab hutannya semcam. Ni abang aku dah menebas, kira nampak la rupa pokok sikit.

Nasib baik aku berunifom kasut, kalau ikut hati aku pakai je selipar jepun, jamu kaki  untuk pacat-pacat yang kelaparan. Ala-ala rawatan kecantikan yang menggunakan lintah untuk mengeluarkan darah kotor. Kasut dan berstokin, jadi kaki aku selamat dari percikan getah, namun masih ada seekor pacat yang sempat menjalankan tugas. Lagipun mak aku dah warning, licin pakai selipar, baik pakai kasut.

Soalan: kalau aku tak datang hari ni, pacat ini akan makan apa? Apakah ia akan mati?
Kemudian ..biarlah gambar bercerita, aku letih dah ni. Stamina aku berkurang setelah makan banyak hari ni. Bukan kerja kuat, tapi makan yang kuat. Harapnya berat badan aku berjaya capai tahap dibenarkan derma darah (mustahilkah?) Wait and see!




dikelilingi hutan
uniform kerja, pedulikan saja tali kasut yang diikat tidak tentu hala, asal selamat dari hambatan pacat yang mencari 'darah manis' yang jarang menjejak hutan
jom berkenalan dengan kebun berjasa
inilah rupa getah yang 'diperam' hampir 11 hari
dua jalan:kanan & kiri
pokok yang teguh berdiri di kawasan ini, ditebas namun tumbuh lagi...
dan lagi
.....dan lagi
banyaknya...
rupa kebun getah yang lapang 
penuh 2 bekas
lumayan-3 bekas

air terjun, sejuk..
membersihkan getah yang melekat & lepak sekejap sebelum balik

Tuesday, May 10, 2011

PONDER ON

"Eleven Hints for Life"


1. It hurts to love someone and not be loved in return.

But what is more painful is to love someone and never

find the courage to let that person know how you feel.



2. A sad thing in life is when you meet someone who

means a lot to you, only to find out in the end that it was never meant to be and you just have to let go.



3. The best kind of friend is the kind you can sit on a

porch swing with, never say a word, and then walk away feeling like it was the best conversation you've ever had.



4. It's true that we don't know what we've got until we lose it, but it's also true that we don't know what we've been missing until it arrives.




5. It takes only a minute to get a crush on someone, an

hour to like someone, and a day to love someone-but it

takes a lifetime to forget someone.



6. Don't go for looks, they can deceive. Don't go for wealth, even that fades away. Go for someone who makes you smile because it takes only a smile to make a dark day seem bright.




7. Dream what you want to dream, go where you want to go, be what you want to be. Because you have only one life and one chance to do all the things you want to do.




8. Always put yourself in the other's shoes. If you feel that it hurts you, it probably hurts the person too.




9. A careless word may kindle strife. A cruel word may wreck a life. A timely word may level stress. But a loving word may heal and bless.




10. The happiest of people don't necessarily have the best of everything they just make the most of everything that comes along their way.




11. Love begins with a smile, grows with a kiss, ends with

a tear. When you were born, you were crying and everyone

around you was smiling. Live your life so that when you die,

you're the one smiling and everyone around you is crying.

CON'T


When Life Gives You Questions, Google has Answers 

1f u c4n r34d th1s u r34lly n33d t0 g37 l41d

There are 10 types of people in the world: those who understand binary, and those who don't. 

When life gives you a hundred reasons to cry, show life that you have a thousand reasons to smile.

Never tell your problems to anyone...20% don't care and the other 80% are glad you have them. 

Be who you are and say what you feel because those who mind don't matter and those who matter don't mind.

As we grow up, we learn that even the one person that wasn't supposed to ever let us down, probably will.

You'll have your heart broken and you'll break others' hearts. You'll fight with your best friend or maybe even fall in love with them, and you'll cry because time is flying by.

So take too many pictures, laugh too much, forgive freely, and love like you've never been hurt.

Life comes with no guarantees, no time outs, no second chances. you just have to live life to the fullest, tell someone what they mean to you and tell someone off, speak out, dance in the pouring rain, hold someone's hand, comfort a friend, fall asleep watching the sun come up, stay up late, be a flirt, and smile until your face hurts.

Don't be afraid to take chances or fall in love and most of all, live in the moment because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back.

"I always knew looking back on the tears would make me laugh, but I never knew looking back on the laughs would make me cry." 

Work like you don't need the money, love like you've never been hurt and dance like no one is watching.